Target lesions skin
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Lesi target adalah bercak atau ruam pada kulit yang memiliki pola seperti sasaran (bullseye), yaitu bagian tengah berwarna lebih gelap atau melepuh, dikelilingi lingkaran merah muda, dan lingkaran terluar yang pucat. Pola ini sering terlihat pada kondisi yang disebut eritema multiforme, yang merupakan reaksi tubuh terhadap infeksi atau obat-obatan.
Fakta penting
- Lesi target sering muncul akibat reaksi alergi atau infeksi, terutama virus herpes simpleks.
- Ruam ini biasanya sembuh sendiri dalam waktu 2–4 minggu tanpa pengobatan khusus.
- Meskipun bisa terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus bersifat ringan dan tidak menular.
Cukup umum, terutama pada anak-anak dan dewasa muda. Kasus ringan sering tidak dilaporkan.
Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sensitif atau yang sering terinfeksi virus herpes.
Gejala
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Pembengkakan di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Ruam yang menyebar dengan cepat disertai lepuh besar dan nyeri hebat
- ⚠Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun
- ⚠Lepuh bernanah atau tanda infeksi kulit (kemerahan meluas, hangat, nyeri)
- ⚠Lesi mengenai mata, mulut, atau alat kelamin sehingga sulit makan atau buang air kecil
Gejala umum
- Bercak merah berbentuk target dengan tiga zona: tengah gelap, cincin merah muda, dan cincin terluar pucat
- Lepuh kecil berisi cairan di tengah lesi
- Gatal atau rasa perih pada area ruam
- Demam ringan atau nyeri sendi
- Lesi muncul tiba-tiba dalam beberapa hari, sering di tangan, kaki, lengan, dan wajah
Gejala pada anak-anak
- Lesi sering muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan sekitar mulut
- Anak mungkin rewel, demam, atau tidak mau makan
- Ruam bisa disertai sariawan di mulut
Gejala pada lansia
- Lesi bisa lebih luas dan nyeri
- Penyembuhan mungkin lebih lambat
- Risiko infeksi sekunder lebih tinggi karena kulit yang lebih tipis
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus herpes simpleks (penyebab tersering)
- Infeksi bakteri, misalnya Mycoplasma pneumoniae
- Reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu (seperti antibiotik atau antikejang)
- Infeksi jamur atau virus lain (jarang)
- Kadang-kadang penyebab tidak diketahui (idiopatik)
Faktor risiko
- Riwayat infeksi herpes berulang
- Alergi obat atau riwayat reaksi kulit terhadap obat
- Sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya karena penyakit autoimun atau kemoterapi)
- Usia muda (anak-anak dan dewasa muda lebih sering terkena)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika lesi disertai sesak napas, bengkak di wajah, atau demam tinggi
- Jika ruam menyebar dengan cepat dan terasa sangat nyeri
- Jika lepuh berisi nanah atau tanda infeksi kulit
Buat janji temu rutin jika:
- Jika lesi muncul tanpa gejala berat, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti
- Jika lesi sering kambuh atau tidak sembuh dalam 3–4 minggu
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis berdasarkan tampilan khas lesi target, riwayat kesehatan, dan faktor pemicu seperti infeksi atau obat yang baru dikonsumsi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik kulit secara menyeluruh
- Tes darah untuk mencari tanda infeksi (misalnya antibodi virus) atau peradangan
- Biopsi kulit (pengambilan sampel kecil kulit untuk diperiksa di laboratorium) pada kasus yang tidak jelas
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menanyakan gejala, obat yang sedang diminum, dan riwayat infeksi. Biasanya diagnosis dapat ditegakkan hanya dari pemeriksaan fisik. Jika perlu, Anda akan dirujuk ke dokter kulit (dermatolog).
Perawatan
Pengobatan lesi target tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya. Jika reaksi obat, obat pemicu akan dihentikan. Banyak kasus ringan tidak memerlukan pengobatan khusus dan sembuh sendiri.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres dingin pada lesi untuk mengurangi gatal dan peradangan
- Hindari menggaruk atau memecahkan lepuh untuk mencegah infeksi
- Istirahat cukup dan minum air putih yang banyak
- Gunakan pelembab tanpa pewangi untuk menjaga kelembaban kulit
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antivirus jika penyebabnya adalah infeksi virus herpes, atau obat antiradang golongan kortikosteroid (dalam bentuk krim atau tablet) untuk mengurangi peradangan. Pada kasus berat, perawatan di rumah sakit dengan infus atau obat imunosupresan mungkin diperlukan. Jangan menggunakan obat tanpa resep dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Lesi target biasanya sembuh dalam 2–4 minggu tanpa meninggalkan bekas luka. Selama masa penyembuhan, jaga kebersihan kulit dan hindari paparan sinar matahari berlebihan. Jika lesi terasa gatal, kompres dingin bisa membantu.
Tips gaya hidup
- Hindari pemicu yang diketahui, seperti obat tertentu atau infeksi virus
- Jika Anda sering terkena herpes, konsultasikan dengan dokter untuk pencegahan kambuh
- Cuci tangan secara teratur untuk mengurangi risiko infeksi
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus. Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur, serta cukup istirahat. Olahraga ringan tetap boleh dilakukan jika tidak demam.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Ruam yang tiba-tiba muncul dan terlihat mencolok bisa menimbulkan kecemasan atau rasa malu. Jika Anda merasa khawatir, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan mental. Ingatlah bahwa kondisi ini umumnya ringan dan sementara.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan mengelola infeksi herpes sejak dini, menghindari obat yang pernah menyebabkan reaksi, dan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
Vaksin
Vaksin untuk herpes simpleks belum tersedia secara luas. Vaksin herpes zoster tidak secara langsung mencegah lesi target, namun konsultasikan dengan dokter mengenai imunisasi yang sesuai.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk lesi target. Deteksi dini dilakukan dengan waspada terhadap gejala awal dan segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul ruam mencurigakan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi sekunder pada kulit akibat garukan atau lepuh yang pecah
- Ruam meluas dan menjadi lebih berat (misalnya menjadi eritema multiforme mayor atau sindrom Stevens-Johnson pada reaksi obat parah)
- Jaringan parut atau perubahan warna kulit permanen (jarang)
- Komplikasi pada mata jika lesi mengenai area mata (misalnya konjungtivitis)
Prospek jangka panjang
Prognosis lesi target sangat baik. Sebagian besar kasus sembuh total dalam beberapa minggu tanpa bekas luka berarti. Dengan penanganan yang tepat dan menghindari pemicu, kekambuhan dapat dikurangi. Meskipun jarang, kasus berat memerlukan perawatan intensif, namun umumnya pasien pulih sepenuhnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.