Testicular pain
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Nyeri testis adalah rasa sakit pada salah satu atau kedua testis (kantung buah zakar). Rasa sakit bisa tumpul atau tajam, dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari cedera ringan hingga kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Fakta penting
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan hebat bisa merupakan tanda darurat medis, seperti torsi testis (pelintiran saluran testis) yang harus ditangani dalam 6 jam.
- Infeksi seperti epididimitis (infeksi saluran belakang testis) juga sering menyebabkan nyeri testis.
- Kanker testis jarang menyebabkan nyeri, biasanya berupa benjolan yang tidak sakit.
Cukup umum, terutama pada pria usia muda hingga dewasa.
Pria dan anak laki-laki dari segala usia. Risiko torsi testis paling tinggi pada remaja dan dewasa muda (usia 12–25 tahun).
Gejala
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat
- Testis terasa bengkak, keras, atau posisinya berubah
- Mual atau muntah hebat
- Demam tinggi
- Testis terasa terpelintir (seperti ada yang melilit)
- ⚠Nyeri testis yang berlangsung lebih dari 1 jam dan tidak membaik
- ⚠Nyeri disertai benjolan baru di testis
- ⚠Nyeri setelah cedera testis
Gejala umum
- Nyeri tumpul atau tajam di salah satu atau kedua testis
- Pembengkakan testis atau skrotum
- Kemerahan atau rasa panas di skrotum
- Nyeri saat buang air kecil
- Nyeri saat ejakulasi
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin tidak bisa menjelaskan nyeri, hanya rewel atau menangis terus
- Pembengkakan skrotum yang terlihat jelas
- Muntah atau mual
Gejala pada lansia
- Nyeri disertai demam
- Buang air kecil terasa sakit atau lebih sering
- Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
Penyebab
Penyebab utama
- Torsi testis (pelintiran saluran sperma yang memutus aliran darah)
- Epididimitis (infeksi pada saluran belakang testis)
- Orkitis (infeksi pada testis sendiri, kadang akibat virus gondongan)
- Cedera atau trauma langsung pada testis
- Hernia inguinalis (turun berok) yang terjepit
- Batu saluran kemih yang menjalar ke testis
- Kanker testis (jarang menyebabkan nyeri, lebih sering benjolan)
Faktor risiko
- Usia remaja dan dewasa muda (risiko torsi lebih tinggi)
- Aktivitas fisik berat atau olahraga kontak (sepak bola, bela diri)
- Infeksi menular seksual (misalnya klamidia)
- Riwayat keluarga dengan torsi testis
- Kelainan anatomi bawaan pada skrotum
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri testis mendadak dan berat, terutama jika disertai mual atau muntah
- Testis bengkak dan keras
- Demam
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri ringan tapi menetap lebih dari 2 hari
- Benjolan testis yang tidak nyeri
- Nyeri saat buang air kecil tanpa nyeri testis hebat
Diagnosis
Dokter akan melakukan wawancara tentang gejala dan riwayat kesehatan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada testis dan skrotum.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik (palpasi testis, pemeriksaan refleks kremaster)
- USG Doppler skrotum (untuk melihat aliran darah ke testis)
- Urinalisis (tes urine) untuk mendeteksi infeksi
- Tes darah (untuk infeksi atau penanda tumor)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat. Jika dicurigai torsi testis, dokter akan segera merujuk ke dokter bedah untuk penanganan darurat.
Perawatan
Penanganan tergantung pada penyebab. Torsi testis memerlukan operasi darurat dalam hitungan jam. Infeksi diatasi dengan antibiotik. Cedera ringan cukup diistirahatkan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan testis dengan berbaring
- Kompres dingin pada skrotum untuk mengurangi bengkak (bungkus es dengan kain)
- Gunakan celana dalam yang ketat dan menopang (seperti celana pendek olahraga)
- Hindari aktivitas berat sampai nyeri mereda
Perawatan medis
Dokter akan memberikan obat pereda nyeri yang sesuai dengan kondisi Anda, serta antibiotik jika ada infeksi. Untuk kasus tertentu, mungkin diperlukan tindakan operasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi diperlukan untuk torsi testis (memutar kembali testis dan mengikatnya agar tidak terulang), hernia inguinalis terjepit, atau pengangkatan tumor testis.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penanganan, Anda bisa kembali beraktivitas secara bertahap. Jika menjalani operasi, hindari olahraga berat selama beberapa minggu sesuai petunjuk dokter.
Tips gaya hidup
- Kenali gejala awal torsi (nyeri hebat tiba-tiba) agar bisa segera ke dokter
- Lakukan pemeriksaan testis sendiri setiap bulan setelah mandi air hangat
- Gunakan pelindung testis saat berolahraga kontak atau bersepeda
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus. Olahraga ringan seperti jalan kaki diperbolehkan setelah nyeri hilang. Hindari angkat beban berat atau lari jarak jauh sementara.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri testis sering menimbulkan kecemasan, terutama mengenai kesuburan atau kanker. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter. Jika perlu, minta rujukan ke layanan konseling.
Pencegahan
Tidak semua penyebab bisa dicegah, tetapi risiko torsi bisa dikenali dengan periksa ke dokter jika ada gejala awal. Cedera bisa dikurangi dengan menggunakan pelindung testis saat berolahraga.
Vaksin
Vaksinasi gondongan (MMR) dapat mencegah orkitis akibat virus gondongan.
Program skrining
Pemeriksaan testis sendiri setiap bulan dianjurkan untuk mendeteksi benjolan sejak dini. Tidak ada skrining rutin khusus untuk nyeri testis.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Torsi testis yang tidak ditangani dapat menyebabkan kematian testis (nekrosis) sehingga harus diangkat.
- Infeksi yang tidak diobati bisa menyebar ke seluruh tubuh (sepsis).
- Nyeri kronis (berkepanjangan).
- Gangguan kesuburan jika testis rusak parah.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan cepat dan tepat, prognosis sangat baik. Kebanyakan penyebab nyeri testis dapat disembuhkan tanpa efek jangka panjang. Torsi testis yang ditangani dalam waktu 6 jam memiliki kemungkinan besar untuk menyelamatkan testis. Infeksi biasanya sembuh total dengan antibiotik. Jangan takut untuk mencari bantuan medis — semakin cepat, semakin baik hasilnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.