Pemeriksaan Kepadatan Tulang DXA (Dexa Scan)
Gambaran umum
DXA (dual-energy X-ray absorptiometry), sering disebut Dexa scan, adalah pemeriksaan pencitraan untuk mengukur kepadatan tulang. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai kekuatan tulang dan risiko patah tulang. DXA bukan pengobatan dan bukan diagnosis penyakit tertentu; hasilnya dipakai bersama riwayat kesehatan Anda untuk menyusun langkah pencegahan atau pemantauan yang tepat.
Fakta penting
- DXA mengukur kepadatan mineral tulang, terutama di tulang belakang, pinggul, dan kadang pergelangan tangan.
- Pemeriksaan ini cepat, tidak menyakitkan, dan menggunakan sinar-X dalam dosis rendah.
- Hasil DXA biasanya berupa skor yang dibandingkan dengan orang dewasa muda sehat dan dengan orang seusia Anda.
- DXA dapat membantu mendeteksi tulang lemah lebih awal sebelum terjadi patah tulang.
Ya, DXA adalah pemeriksaan yang umum dan sering digunakan untuk menilai kesehatan tulang, terutama pada orang lanjut usia atau orang dengan faktor risiko tertentu.
Pemeriksaan ini terutama dipertimbangkan untuk perempuan setelah menopause, laki-laki dan perempuan lanjut usia, orang dengan riwayat patah tulang akibat benturan ringan, orang yang memakai obat tertentu jangka panjang, serta orang dengan riwayat keluarga tulang lemah. Dokter juga dapat menyarankan DXA pada usia lebih muda bila ada kondisi medis atau faktor risiko lain.
Gejala
- Patah tulang terbuka, yaitu tulang menembus kulit atau luka terbuka di sekitar tulang yang patah.
- Cedera kepala, leher, atau punggung setelah jatuh, terutama bila ada kebingungan atau tidak sadarkan diri.
- Kelemahan atau mati rasa mendadak pada kaki atau tangan setelah cedera.
- Sesak napas berat, nyeri dada, atau tanda syok setelah cedera.
- ⚠Nyeri punggung hebat mendadak setelah jatuh atau mengangkat beban.
- ⚠Curiga patah tulang karena tidak bisa menopang berat badan atau anggota tubuh terlihat berubah bentuk.
- ⚠Demam disertai nyeri tulang hebat atau bengkak yang makin memburuk.
Gejala umum
- Pada tahap awal, kepadatan tulang rendah sering tidak menimbulkan gejala sama sekali.
- Nyeri punggung yang muncul setelah jatuh ringan atau aktivitas ringan.
- Tinggi badan berkurang dari waktu ke waktu.
- Postur membungkuk atau punggung terlihat makin melengkung.
- Patah tulang akibat benturan ringan, misalnya di pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang.
Gejala pada anak-anak
- DXA pada anak hanya dilakukan bila ada indikasi medis khusus, misalnya penyakit yang memengaruhi penyerapan kalsium atau tulang mudah patah.
- Gejala yang perlu dibicarakan dengan dokter antara lain nyeri tulang berulang, patah tulang berulang akibat cedera ringan, atau gangguan pertumbuhan.
- Keputusan pemeriksaan pada anak harus melalui penilaian dokter anak atau tenaga kesehatan yang merawat.
Gejala pada lansia
- Sering tidak ada gejala sampai terjadi patah tulang.
- Nyeri punggung mendadak atau berkepanjangan setelah jatuh atau mengangkat beban.
- Kehilangan tinggi badan atau postur makin membungkuk.
- Sulit berdiri, berjalan, atau membungkuk karena nyeri.
- Riwayat patah tulang pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.
Penyebab
Penyebab utama
- Penurunan kepadatan tulang alami seiring usia, terutama setelah menopause pada perempuan.
- Kurangnya aktivitas fisik yang menopang berat badan.
- Asupan kalsium dan vitamin D yang kurang dari makanan sehari-hari.
- Riwayat patah tulang akibat cedera ringan.
- Pemakaian obat tertentu jangka panjang yang memengaruhi tulang, sesuai penilaian dokter.
- Kondisi medis yang mengganggu penyerapan nutrisi atau hormon.
Faktor risiko
- Usia lanjut, terutama perempuan di atas 65 tahun dan laki-laki di atas 70 tahun.
- Menopause dini atau riwayat menopause sebelum usia 45 tahun.
- Riwayat keluarga dengan tulang lemah atau patah tulang pinggul.
- Tubuh sangat kurus atau berat badan rendah.
- Merokok dan sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Kurang paparan sinar matahari dan kurang aktivitas fisik.
- Pernah jatuh berulang atau takut jatuh.
- Penyakit tertentu dan obat jangka panjang yang berdampak pada tulang.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera cari bantuan medis bila terjadi patah tulang yang dicurigai, nyeri hebat setelah jatuh, atau tidak mampu berjalan karena nyeri.
- Hubungi layanan gawat darurat setempat bila ada cedera kepala, leher, punggung, atau tanda syok setelah jatuh.
- Temui dokter hari yang sama bila nyeri tulang disertai demam atau bengkak yang memburuk.
Buat janji temu rutin jika:
- Bicarakan dengan dokter bila Anda berusia lanjut, sudah menopause, atau memiliki faktor risiko tulang lemah.
- Konsultasikan bila Anda pernah patah tulang akibat benturan ringan atau tinggi badan berkurang.
- Tanyakan apakah Anda perlu pemeriksaan DXA bila memakai obat jangka panjang tertentu atau memiliki penyakit yang memengaruhi tulang.
- Diskusikan cara pencegahan jatuh di rumah bila Anda mudah tersandung atau merasa tidak stabil.
Diagnosis
Dokter menilai kesehatan tulang melalui tanya jawab riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan bila perlu pemeriksaan DXA. Hasil DXA dibaca bersama faktor risiko Anda, bukan hanya dari satu angka.
Tes yang mungkin dilakukan
- DXA scan untuk mengukur kepadatan mineral tulang.
- Pemeriksaan darah untuk mengecek penyebab lain atau kondisi yang memengaruhi tulang, bila dokter menilai perlu.
- Rontgen bila ada dugaan patah tulang atau nyeri lokal.
- Penilaian risiko jatuh dan penilaian risiko patah tulang oleh dokter.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat DXA, Anda biasanya berbaring di meja pemeriksaan dengan pakaian nyaman. Alat akan memindai area tubuh tanpa rasa sakit, biasanya kurang dari 20 menit. Anda tidak perlu puasa. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, pernah operasi dengan implan logam, atau memakai alat bantu tertentu. Hasil akan dijelaskan dokter, termasuk arti skor dan langkah berikutnya.
Perawatan
Penanganan bergantung pada hasil DXA dan risiko patah tulang Anda. Tidak semua orang dengan hasil rendah langsung memerlukan obat. Fokus utama adalah menjaga kekuatan tulang, mencegah jatuh, dan memantau risiko dari waktu ke waktu bersama dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Lakukan aktivitas fisik yang menopang berat badan, seperti berjalan, naik tangga, atau latihan ringan sesuai kemampuan.
- Latih keseimbangan dan kekuatan otot untuk mengurangi risiko jatuh.
- Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari makanan seimbang serta paparan sinar matahari pagi yang wajar.
- Hindari merokok dan batasi minuman beralkohol.
- Buat rumah lebih aman: pasang pegangan, terangi ruangan, singkirkan kabel atau benda yang mudah tersandung.
- Periksa mata dan pendengaran secara berkala bila mudah jatuh.
Perawatan medis
Dokter dapat menyarankan perubahan gaya hidup, pemantauan berkala, atau obat penguat tulang bila risiko patah tulang dinilai tinggi. Jenis obat, dosis, dan lamanya pemakaian hanya ditentukan oleh dokter setelah mempertimbangkan kondisi Anda. Jangan memulai atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pemeriksaan DXA sendiri tidak memerlukan operasi. Operasi hanya dipertimbangkan bila terjadi patah tulang tertentu, misalnya patah pinggul, dan keputusan itu dibuat oleh tim medis berdasarkan kondisi Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda memiliki tulang lemah atau sedang memantau kesehatan tulang, jalani aktivitas seperti biasa dengan lebih hati-hati terhadap risiko jatuh. Ikuti jadwal kontrol, bawa hasil pemeriksaan saat konsultasi, dan tanyakan bila ada perubahan nyeri atau kemampuan bergerak.
Tips gaya hidup
- Tetap aktif bergerak sesuai kemampuan dan anjuran tenaga kesehatan.
- Utamakan makanan bergizi seimbang dengan sumber kalsium dan protein.
- Jaga berat badan sehat dan hindari kebiasaan merokok.
- Ciptakan lingkungan rumah yang aman dari risiko tersandung.
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
- Bicarakan dengan keluarga tentang bantuan bila Anda mudah jatuh.
Diet dan olahraga
Makanan sehari-hari sebaiknya mencakup sumber kalsium seperti ikan, tahu, tempe, susu, dan sayuran hijau, serta cukup protein. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan tertentu dan paparan sinar matahari pagi yang wajar. Olahraga ringan seperti berjalan, senam keseimbangan, dan latihan kekuatan otot membantu menjaga tulang dan mencegah jatuh. Sesuaikan jenis dan intensitas dengan kondisi Anda serta saran dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa cemas tentang jatuh atau patah tulang adalah hal yang wajar. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter, keluarga, atau tenaga kesehatan jiwa bila terasa berat. Jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan darurat atau layanan dukungan krisis setempat.
Pencegahan
Risiko tulang lemah dan patah tulang dapat dikurangi, meskipun tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Kunci utamanya adalah gizi seimbang, aktivitas fisik, berhenti merokok, membatasi alkohol, dan mencegah jatuh.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah tulang lemah. Ikuti jadwal vaksinasi lain sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan.
Program skrining
Pemeriksaan kepadatan tulang seperti DXA dipertimbangkan berdasarkan usia dan faktor risiko. Tanyakan kepada dokter atau puskesmas apakah Anda perlu skrining, kapan sebaiknya dilakukan, dan seberapa sering perlu diulang.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Patah tulang akibat cedera ringan, terutama di pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan.
- Nyeri kronis dan perubahan postur tubuh.
- Penurunan kemampuan bergerak dan kemandirian.
- Risiko jatuh berulang dan rasa takut beraktivitas.
- Dampak emosional seperti cemas atau sedih karena keterbatasan.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, kesehatan tulang dapat dijaga. Deteksi lebih awal melalui DXA, perbaikan gaya hidup, pencegahan jatuh, dan pemantauan rutin bersama dokter dapat menurunkan risiko patah tulang. Banyak orang tetap dapat hidup aktif dan mandiri dengan perencanaan yang tepat.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Panduan kesehatan berbeda menurut negara dan wilayah. Halaman ini adalah edukasi umum dan mungkin tidak sesuai dengan panduan, obat, atau praktik di tempat Anda tinggal. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda, dan ikuti panduan setempat jika ada.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Tidak ada panduan yang menyebut topik ini
Tidak ada panduan kesehatan atau bab klinis yang menyebut persis topik ini yang dikutip di sini. Halaman ini hanya untuk edukasi dan informasi umum. Ini bukan diagnosis, rencana pengobatan, atau nasihat medis pribadi. Periksa dengan dokter Anda dan ikuti sarannya. Jika gejala berat, mendadak, atau mengkhawatirkan, segera cari perawatan medis, dan dalam keadaan darurat hubungi nomor darurat setempat. Ruqelo LLC tidak bertanggung jawab atas akibat medis atau hukum dari keputusan yang didasarkan pada informasi ini.
Terakhir diperbarui: 3 November 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.