Varicella vaccine
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Vaksin varisela adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit cacar air (varisela), yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Vaksin ini membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus sehingga terhindar dari penyakit atau mengurangi keparahan jika tetap terinfeksi.
Fakta penting
- Vaksin varisela diberikan pada anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air.
- Vaksin ini termasuk dalam imunisasi tambahan yang dianjurkan oleh Kemenkes.
- Vaksin varisela aman dan efektif, dengan efek samping umum seperti nyeri di tempat suntikan.
Vaksinasi varisela sudah umum dilakukan di Indonesia, terutama pada anak-anak sebagai bagian dari imunisasi rutin tambahan. Namun, cakupannya masih perlu ditingkatkan.
Vaksin varisela dianjurkan untuk anak-anak usia 12 bulan ke atas, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi. Juga sangat dianjurkan untuk petugas kesehatan dan mereka yang berisiko tinggi.
Gejala
- Kesulitan bernapas
- Ruam melepuh yang luas dan bernanah
- Kejang
- ⚠Demam tinggi tidak turun
- ⚠Ruam sangat nyeri
- ⚠Nyeri kepala hebat
Gejala umum
- Demam ringan
- Ruam merah berisi cairan yang sangat gatal
- Lemas dan kehilangan nafsu makan
Gejala pada anak-anak
- Ruam lebih banyak
- Demam lebih tinggi
- Mudah menular
Gejala pada lansia
- Ruam lebih parah
- Demam lebih tinggi dan lebih lama
- Komplikasi lebih sering terjadi
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus varicella-zoster (VZV) yang menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan cairan ruam pasien.
Faktor risiko
- Belum pernah terkena cacar air
- Belum pernah divaksinasi varisela
- Sistem imun lemah (misal pengobatan kanker, HIV)
- Tinggal di lingkungan padat
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak mengalami demam tinggi dan ruam yang melepuh
- Jika ada tanda infeksi berat seperti sesak napas
Buat janji temu rutin jika:
- Untuk mendapatkan vaksinasi varisela sesuai jadwal yang dianjurkan
- Konsultasi ke dokter jika ragu apakah perlu vaksin atau sudah terkena cacar air
Diagnosis
Cacar air biasanya didiagnosis berdasarkan gejala khas berupa ruam dengan bintik merah berisi cairan yang muncul pada tubuh. Dokter juga dapat melihat riwayat kontak dengan penderita.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik oleh dokter
- Tes darah untuk memastikan diagnosis pada kasus yang meragukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Jika Anda atau anak diduga terkena cacar air, dokter akan memeriksa ruam dan menanyakan gejala serta riwayat kontak. Biasanya tidak diperlukan tes khusus, tetapi jika ada komplikasi, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan.
Perawatan
Pengobatan cacar air umumnya bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Pada kasus ringan, cukup dirawat di rumah dengan istirahat.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat total
- Konsumsi makanan lunak dan banyak minum
- Kompres dingin untuk mengurangi gatal
- Potong kuku pendek agar tidak menggaruk ruam
- Mandi air hangat dengan campuran oatmeal
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk mengurangi keparahan penyakit jika diberikan sejak awal. Obat pereda gatal atau penurun demam juga bisa diberikan. Namun, jangan menggunakan aspirin pada anak karena risiko sindrom Reye. Konsultasikan dengan dokter untuk pilihan yang tepat.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah divaksinasi, Anda dan anak dapat menjalani aktivitas normal. Efek samping ringan seperti nyeri lengan atau demam ringan dapat terjadi selama 1-2 hari. Vaksin tidak menyebabkan cacar air.
Tips gaya hidup
- Tetap jaga kebersihan dan konsumsi makanan bergizi
- Ikuti jadwal imunisasi lainnya sesuai rekomendasi
- Jika ada efek samping yang mengkhawatirkan, hubungi dokter
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan setelah vaksin. Tetap beraktivitas ringan dan istirahat cukup.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Vaksinasi memberikan ketenangan karena melindungi dari penyakit dan komplikasinya. Namun, jika ada kecemasan tentang jarum suntik, bicarakan dengan dokter.
Pencegahan
Ya, cacar air dapat dicegah dengan vaksinasi varisela. Vaksin ini sangat efektif mencegah penyakit atau mengurangi keparahannya jika tetap terinfeksi.
Vaksin
Vaksin varisela diberikan dalam dua dosis untuk perlindungan optimal. Dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua pada usia 4-6 tahun. Untuk dewasa, dua dosis dengan selang waktu 4-8 minggu. Ikuti jadwal yang dianjurkan oleh Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi kulit akibat garukan
- Radang paru-paru (pneumonia)
- Infeksi otak (ensefalitis)
- Sindrom Reye pada anak yang menggunakan aspirin
Prospek jangka panjang
Meskipun cacar air bisa sembuh sendiri dalam 1-2 minggu, risiko komplikasi serius ada pada bayi, ibu hamil, dan orang dengan imunitas rendah. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri dan orang di sekitar Anda. Dengan vaksinasi yang tepat, ancaman cacar air dapat diminimalkan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.