Fever in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Demam pada orang dewasa lanjut usia (usia 65 tahun ke atas) adalah kondisi ketika suhu tubuh naik di atas normal, biasanya melebihi 37,5 derajat Celsius. Namun, pada lansia, respons demam bisa berbeda dan tidak selalu menunjukkan suhu yang tinggi. Demam adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi, tetapi pada lansia, demam bisa menjadi tanda masalah serius yang perlu ditangani segera.
Fakta penting
- Pada lansia, suhu tubuh normal bisa lebih rendah, sehingga demam mungkin tidak terlihat jelas.
- Infeksi saluran kemih dan pneumonia adalah penyebab umum demam pada lansia.
- Lansia dengan demam berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti dehidrasi, delirium, dan sepsis.
Ya, demam cukup sering terjadi pada lansia, terutama jika mereka memiliki kondisi kesehatan lain atau tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang.
Demam dapat mempengaruhi semua orang dewasa lanjut usia, terutama mereka yang memiliki penyakit kronis (misalnya diabetes, gagal ginjal), sistem kekebalan tubuh lemah, atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas cepat
- Kebingungan parah atau sulit dibangunkan
- Tekanan darah rendah (pusing, pingsan)
- Kejang
- Ruam yang tidak hilang saat ditekan
- ⚠Demam lebih dari 48 jam tanpa perbaikan
- ⚠Nyeri saat buang air kecil atau sering buang air kecil
- ⚠Batuk berdahak atau sesak napas ringan
- ⚠Luka yang memerah atau bernanah
Gejala umum
- Suhu tubuh lebih tinggi dari normal (bisa di atas 37,5°C, tapi pada lansia suhu bisa lebih rendah)
- Menggigil atau keringat dingin
- Merasa lemas atau lesu
- Kehilangan nafsu makan
Gejala pada anak-anak
- Pada anak, gejala demam biasanya lebih jelas, seperti suhu tubuh tinggi, rewel, dan muntah. Namun, artikel ini fokus pada dewasa lanjut usia.
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau perubahan kesadaran mendadak (delirium)
- Penurunan aktivitas atau tidur lebih banyak dari biasanya
- Hilang nafsu makan dan dehidrasi
- Nyeri otot atau sendi
- Suhu tubuh bisa tetap normal atau justru rendah (hipotermia)
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri atau virus (misalnya infeksi saluran kemih, pneumonia, infeksi kulit, atau flu)
- Peradangan akibat penyakit autoimun (misalnya artritis reumatoid)
- Reaksi obat tertentu
- Infeksi setelah operasi atau luka
Faktor risiko
- Usia di atas 65 tahun
- Memiliki penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, ginjal)
- Sistem kekebalan tubuh lemah akibat penyakit atau obat
- Tinggal di panti jompo atau perawatan jangka panjang
- Baru menjalani operasi atau rawat inap
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika lansia mengalami kebingungan, sesak napas, atau demam tinggi yang tidak turun.
- Hubungi dokter dalam 24 jam jika demam disertai nyeri buang air kecil, batuk, atau luka yang terinfeksi.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika demam ringan berlangsung 1-2 hari tanpa gejala lain, tetap pantau dan hubungi dokter bila tidak membaik.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengukur suhu tubuh. Karena lansia mungkin tidak menunjukkan demam yang jelas, dokter akan menilai gejala lain seperti kebingungan atau kelemahan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah (misal hitung sel darah, CRP) untuk mendeteksi infeksi atau peradangan
- Tes urine untuk infeksi saluran kemih
- Rontgen dada jika dicurigai pneumonia
- Kultur darah atau urine jika infeksi serius
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan mencari penyebab demam. Anda mungkin perlu menjalani tes tambahan, dan jika infeksi ditemukan, dokter akan memberikan pengobatan. Prosesnya bisa memakan waktu, tetapi penting untuk mencegah komplikasi.
Perawatan
Penanganan demam pada lansia berfokus pada mengobati penyebab yang mendasarinya. Dokter akan menentukan apakah penyebabnya infeksi, peradangan, atau reaksi obat. Pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup
- Minum banyak cairan (air putih, kaldu) untuk mencegah dehidrasi
- Kenakan pakaian tipis dan ringan
- Kompres hangat di dahi atau ketiak (jangan gunakan air dingin atau alkohol)
- Jangan memberikan obat penurun demam tanpa saran dokter
Perawatan medis
Jika penyebabnya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik sesuai jenis infeksi. Untuk infeksi virus, dokter mungkin memberikan obat antivirus atau penanganan suportif. Obat penurun demam (antipiretik) dapat diberikan dengan dosis yang aman untuk lansia. Jangan pernah memberikan aspirin pada lansia tanpa rekomendasi dokter karena risiko perdarahan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak relevan
Hidup dengan kondisi ini
Pantau suhu tubuh secara teratur, terutama jika lansia tinggal sendiri. Catat perubahan perilaku atau gejala lain. Pastikan mereka tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi yang cukup.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko infeksi
- Cuci tangan secara rutin
- Hindari keramaian jika sedang sakit
- Vaksinasi sesuai jadwal (flu, pneumonia, COVID-19)
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya buah dan sayur. Hindari makanan mentah atau tidak matang. Olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, namun istirahat saat demam.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Demam atau penyakit yang mendasarinya dapat menyebabkan perasaan cemas, bingung, atau depresi pada lansia. Dukungan keluarga dan komunikasi yang baik sangat penting. Jika ada tanda depresi, segera hubungi dokter.
Pencegahan
Demam tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko infeksi penyebab demam dapat dikurangi dengan vaksinasi dan kebersihan yang baik. Lansia disarankan menjalani gaya hidup sehat dan memeriksakan kesehatan secara rutin.
Vaksin
Vaksinasi flu tahunan, vaksin pneumonia, dan vaksin COVID-19 penting untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan demam. Ikuti anjuran Kementerian Kesehatan Indonesia.
Program skrining
Pemeriksaan kesehatan rutin seperti tes urine, darah, dan pengecekan tekanan darah dapat membantu mendeteksi infeksi atau penyakit lain sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi berat
- Delirium (kebingungan akut)
- Sepsis (infeksi menyebar ke seluruh tubuh)
- Gagal organ
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar demam pada lansia dapat diatasi tanpa komplikasi serius. Namun, karena lansia lebih rentan, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis. Prognosis tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan sebelumnya. Tetap optimis dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.