Weight loss in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Penurunan berat badan yang tidak disengaja pada lansia adalah kondisi ketika seorang lansia kehilangan berat badan tanpa sengaja dan tanpa berusaha menurunkan berat badan. Ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Fakta penting
- Penurunan berat badan lebih dari 5% dalam 6–12 bulan perlu diwaspadai.
- Bisa disebabkan oleh masalah fisik, mental, atau sosial.
- Sering kali dapat dicegah atau ditangani jika diketahui sejak dini.
Cukup umum terjadi pada lansia, terutama mereka yang berusia di atas 70 tahun. Sekitar 15–20% lansia mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
Lansia, terutama yang tinggal sendiri, memiliki penyakit kronis, atau memiliki masalah gigi dan mulut. Juga lebih sering terjadi pada lansia dengan demensia atau depresi.
Gejala
- Penurunan kesadaran atau pingsan
- Nyeri dada hebat
- Sesak napas berat
- Muntah darah atau buang air besar berdarah
- ⚠Demam tinggi disertai menggigil
- ⚠Diare atau muntah yang berlangsung lebih dari 1 hari
- ⚠Nyeri perut hebat
- ⚠Perubahan kebiasaan BAB yang mendadak
Gejala umum
- Penurunan nafsu makan
- Kelelahan dan lemas
- Pakaian terasa lebih longgar
- Penurunan massa otot
Gejala pada anak-anak
- Tidak berlaku untuk anak-anak
Gejala pada lansia
- Berat badan turun tanpa sebab jelas lebih dari 5% dalam 6–12 bulan
- Nafsu makan berkurang drastis
- Cepat kenyang saat makan
- Kesulitan menelan atau mengunyah
- Perubahan kebiasaan buang air besar
Penyebab
Penyebab utama
- Penyakit kronis seperti kanker, diabetes, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Masalah pencernaan seperti tukak lambung, malabsorpsi, atau kesulitan menelan
- Demensia atau penyakit Alzheimer yang mengganggu kebiasaan makan
- Depresi atau kesepian yang mengurangi nafsu makan
- Efek samping obat-obatan
- Masalah gigi dan mulut (gigi tanggal, gigi palsu tidak pas)
Faktor risiko
- Tinggal sendirian atau terisolasi secara sosial
- Memiliki penyakit kronis lebih dari satu
- Penurunan kemampuan mencium dan mengecap rasa
- Keterbatasan fisik atau kognitif
- Status ekonomi rendah yang membatasi akses ke makanan bergizi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika berat badan turun lebih dari 5% dalam 1–3 bulan tanpa sebab jelas
- Jika disertai demam, nyeri, atau perubahan BAB yang mencolok
- Jika muncul gejala seperti sesak napas atau nyeri dada
Buat janji temu rutin jika:
- Periksakan berat badan secara rutin setiap bulan
- Konsultasikan jika nafsu makan menetap turun selama 2 minggu
- Lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan meski tanpa keluhan
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, kebiasaan makan, dan obat-obatan yang Anda konsumsi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin meminta pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan secara berkala
- Tes darah lengkap untuk melihat infeksi, anemia, atau gangguan ginjal
- Tes fungsi tiroid
- Pemeriksaan kadar gula darah
- Rontgen dada atau USG perut jika dicurigai ada penyakit tertentu
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan mencari penyebab yang mendasari penurunan berat badan. Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis gizi, geriatri, atau dokter spesialis lain sesuai kebutuhan. Proses diagnosis bisa memakan waktu 1–2 minggu tergantung hasil tes.
Perawatan
Penanganan penurunan berat badan pada lansia berfokus pada mengatasi penyebab yang mendasarinya. Tujuan utama adalah memperbaiki status gizi dan meningkatkan kualitas hidup.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan dalam porsi kecil tapi sering (5–6 kali sehari)
- Pilih makanan padat gizi seperti telur, ikan, tahu, tempe, dan sayuran
- Tambahkan minyak atau mentega ke makanan untuk menambah kalori
- Konsumsi makanan yang mudah dikunyah dan ditelan seperti bubur atau sup
- Pastikan asupan cairan cukup, minimal 6–8 gelas sehari
Perawatan medis
Penanganan medis disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, jika disebabkan oleh depresi, dokter dapat memberikan konseling atau meresepkan obat antidepresan. Jika karena infeksi, akan diberikan antibiotik. Dokter atau ahli gizi dapat memberikan suplemen nutrisi dalam bentuk minuman atau bubuk untuk menambah asupan kalori dan protein. Jangan mengonsumsi suplemen atau obat apa pun tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang dilakukan untuk penurunan berat badan pada lansia. Jika ada penyebab yang memerlukan tindakan bedah, seperti penyumbatan saluran cerna, dokter akan membahas risiko dan manfaatnya secara khusus.
Hidup dengan kondisi ini
Pantau berat badan setiap minggu dengan timbangan yang sama. Catat makanan yang dimakan setiap hari. Libatkan keluarga atau pengasuh untuk membantu mengingatkan jadwal makan.
Tips gaya hidup
- Tetap aktif dengan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau senam lansia
- Lakukan aktivitas sosial seperti bergabung dengan kelompok lansia
- Konsultasi dengan ahli gizi untuk menu harian
- Jaga kebersihan mulut dan periksakan gigi ke dokter gigi secara rutin
Diet dan olahraga
Pilih makanan yang kaya protein dan kalori, misalnya telur, daging cincang, kacang-kacangan, dan susu. Lakukan olahraga ringan 30 menit setiap hari, misalnya berjalan di tempat atau peregangan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Penurunan berat badan bisa membuat lansia merasa cemas, sedih, atau kehilangan percaya diri. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga, teman, atau konselor. Jika merasa tertekan, segera cari bantuan tenaga kesehatan jiwa. Ingat, Anda tidak sendiri.
Pencegahan
Penurunan berat badan tidak selalu bisa dicegah, terutama jika disebabkan oleh penyakit tertentu. Namun, risiko dapat dikurangi dengan menjaga pola makan bergizi, rutin beraktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin influenza dan pneumonia dapat membantu mencegah infeksi yang bisa menyebabkan penurunan nafsu makan dan berat badan. Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal vaksinasi yang tepat.
Program skrining
Pemeriksaan kesehatan tahunan, termasuk penilaian status gizi, sangat dianjurkan. Lansia sebaiknya menjalani skrining penyakit kronis seperti diabetes, penyakit tiroid, dan kanker sesuai panduan Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Malnutrisi atau kekurangan gizi
- Penurunan massa otot dan kekuatan tubuh (sarkopenia)
- Risiko infeksi yang lebih tinggi
- Kelemahan dan risiko jatuh yang meningkat
- Penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, banyak lansia dapat kembali ke berat badan yang sehat dan menjalani hidup yang aktif. Semakin dini penyebab ditemukan, semakin baik hasilnya. Jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga kesehatan jika Anda atau keluarga mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.