Newborn hearing screening
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Skrining pendengaran bayi baru lahir adalah pemeriksaan sederhana dan tidak nyeri yang dilakukan untuk mendeteksi apakah bayi memiliki gangguan pendengaran sejak lahir. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebelum bayi pulang dari rumah sakit atau dalam beberapa minggu pertama kehidupannya. Tujuannya agar jika ditemukan masalah, penanganan dapat dimulai sedini mungkin, sehingga perkembangan bicara dan bahasa bayi tetap optimal.
Fakta penting
- Skrining menggunakan dua metode utama: Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstem Response (ABR). Keduanya aman, cepat, dan tidak mengganggu bayi.
- Semua bayi baru lahir disarankan menjalani skrining ini, terutama yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, infeksi ibu saat hamil, atau lahir prematur.
- Deteksi dini sangat penting karena intervensi sebelum usia 6 bulan dapat membantu perkembangan bicara, bahasa, dan sosial bayi secara signifikan.
Gangguan pendengaran pada bayi baru lahir terjadi pada sekitar 1–3 per 1.000 kelahiran hidup. Jadi, meskipun tidak sangat sering, namun cukup umum sehingga skrining dianjurkan untuk semua bayi.
Skrining ini ditujukan untuk semua bayi baru lahir, terutama mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, infeksi saat kehamilan (misalnya rubella atau CMV), berat badan lahir rendah, atau mengalami kekurangan oksigen saat lahir.
Gejala
- ⚠Jika bayi tidak menunjukkan respons terhadap suara sama sekali setelah usia 3 bulan, segera konsultasikan ke dokter anak atau spesialis THT.
- ⚠Jika ada tanda-tanda infeksi telinga yang parah seperti demam tinggi, keluar nanah dari telinga, atau bayi tampak sangat kesakitan, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
Gejala umum
- Bayi tidak terkejut atau bereaksi terhadap suara keras (misalnya tepukan tangan atau suara pintu dibanting).
- Bayi tidak menoleh ke arah sumber suara pada usia sekitar 3–4 bulan.
- Bayi tidak mengoceh (babbling) seperti bayi seusianya.
- Bayi lebih sering berkomunikasi dengan isyarat atau sentuhan daripada suara.
Gejala pada anak-anak
- Keterlambatan bicara dan bahasa.
- Kesulitan mengikuti instruksi verbal.
- Sering meminta orang lain mengulang perkataan.
- Volume suara bicara yang terlalu keras.
Penyebab
Penyebab utama
- Faktor genetik (bawaan lahir).
- Infeksi selama kehamilan, seperti rubella, cytomegalovirus (CMV), toksoplasmosis, atau sifilis.
- Komplikasi saat lahir, misalnya kekurangan oksigen (asfiksia) atau lahir prematur.
- Berat badan lahir sangat rendah (kurang dari 1.500 gram).
- Infeksi setelah lahir seperti meningitis atau ensefalitis.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran.
- Ibu yang terjangkit infeksi saat hamil.
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang bersifat ototoksik (merusak pendengaran) selama kehamilan.
- Kelahiran prematur atau dengan berat lahir rendah.
- Bayi yang memerlukan perawatan intensif neonatal (NICU) dalam waktu lama.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika bayi tidak bereaksi terhadap suara keras di kedua telinga setelah usia 1 bulan.
- Jika ada riwayat infeksi telinga yang berulang disertai keluar cairan.
Buat janji temu rutin jika:
- Semua bayi baru lahir dianjurkan menjalani skrining pendengaran sebelum usia 1 bulan.
- Jika skrining awal menunjukkan hasil yang meragukan (refer), perlu pemeriksaan ulang dalam beberapa minggu sesuai jadwal dokter.
Diagnosis
Skrining pendengaran bayi baru lahir dilakukan dengan dua tes utama: Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstem Response (ABR). Kedua tes ini tidak sakit, tidak menggunakan jarum, dan dapat dilakukan saat bayi tidur.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes OAE: Alat kecil ditempatkan di saluran telinga bayi untuk mengukur gelombang suara yang dipantulkan oleh koklea (rumah siput di telinga dalam).
- Tes ABR: Dengan menggunakan elektroda di kulit kepala dan earphone, tes ini mengukur respons gelombang otak terhadap bunyi klik.
- Jika hasil skrining meragukan, bayi akan dirujuk untuk tes diagnostik yang lebih lengkap oleh ahli THT.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Skrining biasanya memakan waktu 5–15 menit. Bayi hanya perlu tenang atau tidur. Tidak ada persiapan khusus. Hasil biasanya langsung diketahui. Jika skrining positif (meragukan), dokter akan menjelaskan langkah selanjutnya, termasuk jadwal pemeriksaan ulang.
Perawatan
Jika terbukti ada gangguan pendengaran, penanganan dini sangat penting. Tujuan utama adalah mengoptimalkan kemampuan mendengar dan bicara bayi. Penanganan disesuaikan dengan jenis dan derajat gangguan pendengaran, serta selalu melibatkan tim multidisiplin: dokter THT, audiolog, terapis wicara, dan konselor.
Perawatan mandiri di rumah
- Orang tua dapat mempelajari cara berkomunikasi dengan bayi menggunakan bahasa isyarat atau alat bantu dengar.
- Mengikuti program intervensi dini yang melibatkan terapi wicara dan pendampingan keluarga.
- Memastikan alat bantu dengar terpasang dengan benar dan dirawat kebersihannya.
Perawatan medis
Penanganan medis meliputi penggunaan alat bantu dengar (hearing aid) untuk memperkuat suara, atau implan koklea untuk gangguan pendengaran berat. Selain itu, terapi wicara dan bahasa serta konseling keluarga juga bagian penting dari penanganan. Dokter spesialis THT akan merekomendasikan jenis intervensi yang paling sesuai berdasarkan hasil evaluasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi mungkin diperlukan untuk memasang implan koklea pada kasus gangguan pendengaran sensorineural berat yang tidak dapat diatasi dengan alat bantu dengar biasa. Keputusan operasi dilakukan oleh dokter spesialis THT setelah pemeriksaan mendalam dan pertimbangan matang.
Hidup dengan kondisi ini
Bayi dengan gangguan pendengaran dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika mendapatkan intervensi dini. Orang tua perlu belajar cara berkomunikasi efektif, misalnya dengan memastikan bayi melihat wajah saat berbicara, mengurangi kebisingan latar, dan menggunakan alat bantu dengar secara konsisten.
Tips gaya hidup
- Ikuti program intervensi dini yang direkomendasikan dokter.
- Bergabung dengan kelompok dukungan orang tua dengan anak gangguan pendengaran.
- Gunakan alat bantu dengar sesuai petunjuk dan rawat kebersihannya.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus terkait gangguan pendengaran. Namun, nutrisi yang baik penting untuk perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Konsultasikan dengan dokter anak untuk kebutuhan gizi yang sesuai.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Memiliki anak dengan gangguan pendengaran dapat menjadi tantangan emosional bagi orang tua. Merasa cemas, khawatir, atau sedih adalah hal yang wajar. Jangan ragu untuk mencari dukungan psikologis atau konseling. Ingat, deteksi dini dan intervensi memberikan hasil yang sangat baik.
Pencegahan
Tidak semua gangguan pendengaran pada bayi dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh faktor genetik. Namun, beberapa penyebab dapat dicegah, misalnya dengan imunisasi ibu sebelum hamil (rubella), menjaga kesehatan selama kehamilan, dan menghindari infeksi. Skrining dini adalah langkah pencegahan terbaik untuk deteksi dan penanganan segera.
Vaksin
Vaksinasi rubella pada perempuan sebelum hamil dapat mencegah infeksi rubella yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada janin. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi pranikah.
Program skrining
Skrining pendengaran pada semua bayi baru lahir adalah rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Indonesia untuk deteksi dini. Lakukan skrining sebelum bayi berusia 1 bulan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa.
- Kesulitan akademis dan sosial di kemudian hari.
- Masalah komunikasi yang mempengaruhi hubungan dengan orang lain dan kepercayaan diri.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, sebagian besar bayi dengan gangguan pendengaran dapat mencapai kemampuan bicara, bahasa, dan akademis yang setara dengan teman sebayanya. Semakin dini ditangani, semakin baik hasilnya. Orang tua tidak perlu putus asa, karena banyak anak dengan gangguan pendengaran tumbuh menjadi individu yang sukses dan mandiri.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.