Retinopathy screening appointment
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Retinopati adalah kerusakan pada pembuluh darah di retina, yaitu lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Skrining retinopati adalah pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksi kerusakan sedini mungkin, terutama pada penderita diabetes, agar dapat ditangani sebelum menimbulkan gangguan penglihatan permanen.
Fakta penting
- Skrining retinopati dapat mendeteksi perubahan pada retina sebelum Anda merasakan gejala apa pun.
- Penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 disarankan menjalani skrining retinopati secara teratur sesuai anjuran dokter.
- Penanganan dini pada retinopati dapat mencegah kebutaan hingga 90% kasus.
Retinopati merupakan komplikasi yang umum terjadi pada penderita diabetes. Di Indonesia, prevalensi retinopati diabetik cukup tinggi, terutama pada mereka yang telah menderita diabetes selama lebih dari 10 tahun.
Skrining retinopati terutama dianjurkan untuk penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Namun, orang dengan tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan retinopati, atau gangguan metabolik lainnya juga berisiko dan perlu berkonsultasi dengan dokter mata.
Gejala
- Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.
- Melihat kilatan cahaya atau bayangan tiba-tiba di tepi pandangan.
- Rasa sakit yang hebat di dalam mata.
- ⚠Floaters (bintik gelap) yang muncul secara tiba-tiba dan banyak.
- ⚠Penglihatan ganda yang tidak kunjung hilang.
- ⚠Kemerahan pada mata disertai nyeri dan penurunan penglihatan.
Gejala umum
- Pada tahap awal, retinopati sering tidak menimbulkan gejala.
- Penglihatan kabur atau berbayang.
- Sulit melihat pada malam hari.
- Bintik hitam atau garis melayang di lapangan pandang (floaters).
Gejala pada anak-anak
- Anak dengan diabetes tipe 1 mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.
- Perubahan perilaku yang tidak biasa, seperti sering mengucek mata atau mendekatkan buku ke wajah.
- Keluhan sakit kepala atau mata lelah saat membaca.
Gejala pada lansia
- Penurunan penglihatan yang perlahan, sering dianggap bagian dari proses penuaan.
- Kesulitan membaca atau mengenali wajah.
- Perubahan mendadak dalam kemampuan melihat jarak jauh atau dekat.
Penyebab
Penyebab utama
- Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang pada penderita diabetes.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
- Kadar kolesterol yang tinggi.
Faktor risiko
- Lama menderita diabetes (semakin lama, semakin tinggi risiko).
- Kontrol gula darah yang buruk.
- Tekanan darah tinggi.
- Kehamilan pada wanita dengan diabetes (retinopati dapat memburuk).
- Merokok.
- Riwayat keluarga dengan retinopati diabetik.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami gejala darurat seperti kehilangan penglihatan mendadak, kilatan cahaya, atau nyeri mata hebat, segera cari pertolongan medis darurat di rumah sakit terdekat.
- Jika Anda melihat banyak floaters (bintik gelap) muncul tiba-tiba, segera periksakan mata ke dokter dalam 24 jam.
Buat janji temu rutin jika:
- Penderita diabetes tipe 1: skrining pertama pada 5 tahun setelah diagnosis, kemudian setiap tahun.
- Penderita diabetes tipe 2: skrining segera setelah diagnosis, kemudian setiap tahun atau sesuai anjuran dokter.
- Jika Anda memiliki faktor risiko lain (hipertensi, riwayat keluarga), konsultasikan jadwal skrining dengan dokter mata.
Diagnosis
Diagnosis retinopati dilakukan oleh dokter mata melalui serangkaian pemeriksaan mata khusus. Skrining biasanya menggunakan kamera khusus untuk memotret retina tanpa perlu tetes mata, tetapi dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan dengan melebarkan pupil untuk melihat retina lebih jelas.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan funduskopi (melihat retina langsung dengan alat oftalmoskop).
- Fotografi retina (retinal photography) untuk mendokumentasikan kondisi retina.
- Optical coherence tomography (OCT) untuk melihat ketebalan retina dan mendeteksi edema (pembengkakan).
- Fluorescein angiography (untuk kasus tertentu) guna melihat aliran darah di retina.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pada janji skrining retinopati, Anda akan diminta duduk di depan kamera khusus. Anda diminta melihat lurus ke depan, dan kamera akan mengambil gambar bagian belakang mata Anda. Tidak perlu khawatir – ini cepat dan tidak menyakitkan. Jika pupil perlu dilebarkan, Anda akan diberi tetes mata yang membuat penglihatan kabur sementara (sekitar 4-6 jam), sehingga sebaiknya Anda tidak mengemudi sendiri. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan langkah selanjutnya.
Perawatan
Jika ditemukan retinopati, penanganan bertujuan untuk memperlambat atau menghentikan kerusakan lebih lanjut. Pendekatan utama adalah mengontrol faktor risiko (gula darah, tekanan darah, kolesterol) serta melakukan pengobatan mata khusus jika retinopati sudah mencapai stadium yang mengancam penglihatan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kontrol gula darah secara teratur sesuai anjuran dokter.
- Kelola tekanan darah dan kolesterol dengan pola makan sehat dan obat jika diperlukan.
- Berhenti merokok.
- Lakukan olahraga teratur sesuai kemampuan.
- Periksakan mata sesuai jadwal yang disarankan.
Perawatan medis
Pengobatan for retinopati progresif dapat meliputi terapi laser untuk menutup kebocoran pembuluh darah, suntikan obat ke dalam mata untuk mengurangi pembengkakan (edema makula), atau vitrektomi (operasi) untuk membersihkan darah atau jaringan parut dari dalam mata. Semua tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis mata dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Obat yang digunakan merupakan terapi anti-VEGF – tanyakan nama spesifik obat pada dokter Anda.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika terjadi perdarahan vitreus yang tidak kunjung hilang atau ablasi retina (lepasnya retina), mungkin diperlukan operasi vitrektomi. Keputusan untuk operasi akan didiskusikan secara mendalam oleh dokter mata Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda didiagnosis retinopati, sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil. Patuhi jadwal kontrol ke dokter mata. Bila penglihatan mulai terganggu, gunakan alat bantu seperti kacamata baru, perbesar teks di ponsel, atau minta bantuan keluarga. Skrining rutin akan membantu dokter memantau perkembangan dan menyesuaikan pengobatan.
Tips gaya hidup
- Konsumsi makanan seimbang dengan indeks glikemik rendah.
- Hindari merokok dan batasi alkohol.
- Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari.
- Istirahatkan mata setiap 20 menit saat bekerja di depan layar (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki).
Diet dan olahraga
Diet yang dianjurkan adalah rendah gula, rendah lemak jenuh, dan kaya serat (sayur, buah, biji-bijian). Olahraga teratur membantu mengontrol gula darah dan tekanan darah. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk rencana diet dan olahraga yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis retinopati dan ancaman kehilangan penglihatan dapat memicu kecemasan, stres, atau depresi. Ini adalah hal yang wajar. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga, teman, atau mencari dukungan dari konselor atau psikolog. Ingat, Anda tidak sendirian. Ada banyak sumber daya dan komunitas yang siap membantu.
Pencegahan
Retinopati diabetik tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, terutama jika diabetes sudah berlangsung lama. Namun, risiko dan perkembangannya dapat dikurangi secara signifikan dengan mengontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara ketat, serta menjalani skrining secara rutin. Dengan deteksi dini, kerusakan retina dapat ditangani sebelum mengganggu penglihatan.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah retinopati. Vaksinasi influenza dan pneumonia disarankan bagi penderita diabetes secara umum untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat memperburuk kondisi.
Program skrining
Skrining retinopati adalah kunci pencegahan kebutaan pada penderita diabetes. Program skrining sering tersedia di Puskesmas dan rumah sakit dengan biaya terjangkau. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan skrining rutin bagi semua penderita diabetes. Tanyakan kepada dokter Anda kapan Anda harus menjalani skrining pertama kali dan seberapa sering pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Perdarahan di dalam mata (vitreus) yang menimbulkan floaters dan penurunan penglihatan.
- Edema makula (pembengkakan di pusat retina) yang menyebabkan kehilangan penglihatan sentral.
- Glaukoma neovaskular (peningkatan tekanan mata akibat pertumbuhan pembuluh darah tidak normal).
- Ablasi retina (lepasnya retina dari lapisan di bawahnya) yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.
Prospek jangka panjang
Meskipun retinopati dapat menjadi serius, kabar baiknya adalah deteksi dini dan penanganan yang tepat mampu mencegah kehilangan penglihatan pada sebagian besar kasus. Mengontrol diabetes dan menjalani skrining rutin adalah langkah terbaik untuk melindungi mata Anda. Jika Anda membutuhkan pengobatan, tersedia berbagai pilihan yang efektif. Dengan kerjasama antara Anda dan tim medis, prognosis seringkali baik.
Cari dukungan
Organisasi internasional
- International Diabetes Federation (IDF)
- Johns Hopkins Medicine - Diabetic Retinopathy
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) · Indonesia
- Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 26 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.