Diarrhoea in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Diare pada anak adalah kondisi di mana anak buang air besar lebih sering dari biasanya, dengan tinja yang encer atau berair. Ini bisa disebabkan oleh infeksi, alergi, atau masalah pencernaan lainnya. Pada anak, diare bisa berbahaya karena menyebabkan kehilangan cairan dan mineral yang cepat.
Fakta penting
- Diare adalah penyebab utama dehidrasi pada anak, yang bisa berakibat serius jika tidak ditangani.
- Sebagian besar kasus diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus, seperti rotavirus.
- Pemberian oralit (cairan rehidrasi oral) segera dapat mencegah dehidrasi.
- Cuci tangan pakai sabun adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran diare.
Sangat umum. Diare adalah salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak di Indonesia, terutama pada usia di bawah 5 tahun.
Terutama menyerang anak usia di bawah 5 tahun, namun anak dari segala usia bisa mengalaminya. Bayi yang diberi ASI eksklusif lebih jarang terkena diare berat.
Gejala
- Anak terlihat sangat lemah atau tidak sadarkan diri
- Tidak bisa buang air kecil selama 6 jam pada bayi atau 8 jam pada anak
- Muntah hebat hingga tidak bisa minum apa pun
- Tinja berdarah atau berwarna hitam pekat
- Tanda dehidrasi berat seperti mata cekung dalam, kulit yang dijepit tidak kembali, dan kebingungan
- ⚠Anak demam tinggi (suhu di atas 39°C)
- ⚠Diare berlangsung lebih dari 24 jam pada bayi atau 3 hari pada anak
- ⚠Muntah terus-menerus setelah minum oralit
- ⚠Ada darah atau lendir dalam tinja
- ⚠Anak tampak sangat haus dan rewel
Gejala umum
- Buang air besar lebih sering (lebih dari 3 kali sehari)
- Tinja encer atau berair
- Kram perut atau sakit perut
- Mual dan muntah
- Demam ringan
Gejala pada anak-anak
- Rewel atau rewel terus-menerus
- Muntah hebat hingga tidak bisa menahan cairan
- Tidak mau minum atau makan
- Mata cekung, bibir kering
- Cengeng tanpa air mata saat menangis
- Lesu atau lemas berlebihan
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (seperti rotavirus, norovirus)
- Infeksi bakteri (seperti E. coli, Salmonella) dari makanan atau air yang terkontaminasi
- Infeksi parasit (seperti Giardia)
- Alergi makanan atau intoleransi laktosa
- Efek samping obat tertentu (misalnya antibiotik)
Faktor risiko
- Usia di bawah 5 tahun
- Kurang gizi
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Tinggal di daerah dengan sanitasi buruk
- Tidak mendapat ASI eksklusif
- Kontak dengan orang lain yang sedang diare
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika anak mengalami tanda dehidrasi: mata cekung, mulut kering, tidak buang air kecil dalam 6 jam.
- Jika diare disertai muntah hebat hingga tidak bisa minum.
- Jika ada darah dalam tinja.
- Jika anak demam tinggi dan lemas.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika diare berlangsung lebih dari 3 hari tanpa perbaikan.
- Jika anak terus kehilangan berat badan.
- Jika Anda khawatir dengan kondisi anak, meskipun gejalanya ringan.
Diagnosis
Dokter akan melakukan wawancara medis (tanya jawab) tentang gejala, riwayat makan dan minum, serta memeriksa anak secara fisik.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik, termasuk melihat tanda dehidrasi
- Pemeriksaan tinja (faeces) untuk mencari infeksi bakteri atau parasit
- Tes darah (jarang) jika dicurigai infeksi berat atau dehidrasi berat
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menanyakan sejak kapan diare terjadi, frekuensi, konsistensi tinja, dan apakah ada muntah. Pemeriksaan dilakukan dengan lembut. Dokter mungkin menekan perut anak untuk mendeteksi nyeri. Orang tua akan dijelaskan cara memberikan cairan rehidrasi oral dan kapan harus kembali.
Perawatan
Penanganan utama adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi. Sebagian besar diare anak tidak memerlukan obat khusus. Antibiotik hanya diberikan jika terbukti infeksi bakteri. Jangan pernah memberikan obat anti diare tanpa resep dokter karena bisa berbahaya bagi anak.
Perawatan mandiri di rumah
- Berikan oralit (cairan rehidrasi oral) sesuai petunjuk untuk mencegah dehidrasi.
- Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula secara lebih sering dalam jumlah kecil.
- Berikan makanan ringan yang mudah dicerna seperti bubur, pisang, atau nasi tim.
- Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah merawat anak.
- Ganti popok dengan rutin dan bersihkan area bokong dengan lembut untuk mencegah ruam.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan suplemen zinc untuk mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah diare berulang. Oralit adalah cairan khusus yang mengandung gula dan garam, dijual bebas di apotik, dan aman diberikan sesuai petunjuk. Dalam kasus dehidrasi berat, anak mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapat cairan infus. Antibiotik hanya diberikan jika penyebabnya bakteri, bukan virus.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak relevan untuk diare biasa. Operasi hanya dalam kasus komplikasi sangat jarang seperti intususepsi (usus masuk ke dalam usus) yang bisa terjadi pada anak dengan diare disertai darah.
Hidup dengan kondisi ini
Selama anak diare, pantau asupan cairan dan frekuensi buang air. Beri anak istirahat yang cukup dan jaga kebersihan. Pastikan anak tidak terkena dehidrasi. Setelah diare berhenti, lanjutkan makanan bergizi untuk memulihkan tenaga.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan semua anggota keluarga secara rutin.
- Jaga kebersihan makanan dan minuman.
- Hindari memberikan makanan mentah atau setengah matang.
- Gunakan air bersih yang sudah dimasak untuk minum dan memasak.
Diet dan olahraga
Saat diare, berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur, kentang, pisang, atau wortel matang. Hindari makanan berminyak, pedas, atau minuman manis bersoda. Setelah sembuh, anak bisa kembali makan normal. Olahraga ringan seperti bermain tidak dilarang, tapi pastikan anak tidak kelelahan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diare berulang dapat membuat anak rewel dan orang tua stres. Orang tua juga bisa merasa cemas. Penting untuk tetap tenang dan mencari informasi dari sumber terpercaya. Jika Anda merasa kewalahan, bicarakan dengan orang tua lain atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Sebagian besar dapat dicegah. Cara utama: cuci tangan dengan sabun, berikan ASI eksklusif pada bayi hingga 6 bulan, berikan imunisasi rotavirus, gunakan air bersih, dan jaga sanitasi lingkungan.
Vaksin
Vaksin rotavirus dapat mencegah diare parah akibat rotavirus. Vaksin ini termasuk dalam program imunisasi nasional di beberapa daerah. Tanyakan kepada dokter atau puskesmas tentang ketersediaannya.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk mencegah diare, namun pemeriksaan tinja bisa dilakukan jika anak sering diare untuk mencari penyebab.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi (kekurangan cairan) yang bisa ringan hingga berat
- Gangguan elektrolit (keseimbangan mineral tubuh terganggu)
- Gagal ginjal akut (jarang)
- Malnutrisi (gizi buruk) akibat kehilangan nutrisi
- Kejang demam pada anak dengan dehidrasi berat
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak sembuh total dari diare dalam beberapa hari. Yang penting adalah menjaga hidrasi dan mencari bantuan medis jika diperlukan. Diare pada anak bisa diobati dan dicegah dengan kebersihan dan imunisasi. Anda bisa memberi perawatan yang terbaik untuk anak Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.