Heartburn in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Heartburn adalah sensasi terbakar di dada yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (saluran yang menghubungkan mulut dan lambung). Pada anak, kondisi ini sering disebut refluks asam lambung.
Fakta penting
- Heartburn pada bayi sering hilang sendiri saat mereka tumbuh, biasanya sebelum usia 1 tahun.
- Pada anak yang lebih besar, heartburn dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan.
- Heartburn yang tidak diobati dapat menyebabkan iritasi atau peradangan pada kerongkongan.
Ya, heartburn cukup umum terjadi pada bayi dan anak. Sekitar setengah dari bayi mengalami gumoh (regurgitasi) dalam beberapa bulan pertama kehidupan, yang sering terkait dengan heartburn ringan.
Heartburn dapat memengaruhi bayi baru lahir hingga remaja, tetapi paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun dan anak dengan kondisi medis tertentu seperti obesitas atau hernia hiatus.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas tersengal
- Muntah darah atau kotoran berwarna hitam seperti aspal
- Nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan atau rahang
- Pingsan atau lemas tiba-tiba
- ⚠Muntah terus-menerus, terutama jika mengandung empedu (warna kuning kehijauan)
- ⚠Kesulitan menelan yang parah atau seperti ada yang tersangkut
- ⚠Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- ⚠Demam tinggi atau leher kaku
Gejala umum
- Rasa terbakar di dada atau perut bagian atas
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Mual atau muntah
Gejala pada anak-anak
- Bayi sering gumoh atau muntah setelah menyusu
- Rewel atau menangis saat atau setelah makan
- Batuk kronis atau suara serak tanpa penyebab lain
- Kesulitan menelan atau menolak makan
- Berat badan tidak bertambah sesuai usia
Gejala pada lansia
- Heartburn pada orang dewasa lebih sering berupa rasa terbakar di dada, tetapi pada lansia gejalanya bisa lebih ringan atau tidak khas.
Penyebab
Penyebab utama
- Otot katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) belum sempurna atau terlalu lemah
- Tekanan dalam perut yang berlebihan akibat batuk, mengejan, atau obesitas
- Makan atau minum dalam jumlah besar sekaligus
- Berbaring segera setelah makan
- Makanan atau minuman tertentu seperti cokelat, makanan pedas, atau minuman berkafein
Faktor risiko
- Usia bayi di bawah 1 tahun (terutama 0–6 bulan)
- Kelahiran prematur
- Riwayat keluarga dengan refluks asam lambung
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Hernia hiatus (tonjolan lambung ke rongga dada)
- Gangguan saraf atau gerakan kerongkongan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika anak muntah darah atau kotoran hitam
- Jika anak kesulitan bernapas atau napas berbunyi
- Jika anak tampak sangat kesakitan atau tidak bisa berhenti menangis
Buat janji temu rutin jika:
- Jika gejala heartbron berlangsung lebih dari 2 minggu meski sudah mengubah pola makan
- Jika anak sering muntah, terutama setelah menyusu
- Jika berat badan anak tidak naik sesuai kurva pertumbuhan
- Jika Anda khawatir dengan gejala yang dialami anak
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, pola makan, dan kebiasaan anak, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pada kasus yang ringan, diagnosis biasanya sudah dapat ditegakkan hanya dari cerita orang tua dan pemeriksaan sederhana.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemantauan pH kerongkongan (mengukur kadar asam di kerongkongan selama 24 jam)
- Endoskopi saluran cerna atas (memasukkan selang tipis dengan kamera untuk melihat kerongkongan dan lambung)
- Rontgen dengan barium (sinar-X setelah anak minum zat kontras untuk melihat aliran di kerongkongan dan lambung)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, dokter akan memberi tahu persiapan dan prosedurnya. Sebagian besar anak dapat menjalani pemeriksaan tanpa rasa sakit yang berarti.
Perawatan
Tujuan penanganan heartbron pada anak adalah mengurangi ketidaknyamanan, mencegah kerusakan kerongkongan, dan membantu anak tumbuh dengan baik. Penanganan umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan pola makan.
Perawatan mandiri di rumah
- Berikan ASI atau susu formula dalam porsi kecil tetapi lebih sering
- Sendawakan bayi setiap selesai menyusu dan antara menyusu
- Tidurkan bayi dalam posisi telentang (jangan miring atau tengkurap) – sesuai anjuran Kemenkes
- Untuk anak yang lebih besar: hindari makanan pedas, berlemak, cokelat, dan minuman berkafein
- Jangan biarkan anak berbaring atau tidur segera setelah makan
- Tinggikan bagian kepala kasur anak sekitar 15–30 derajat
Perawatan medis
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter anak dapat meresepkan obat golongan antasida, penghambat reseptor H2, atau penghambat pompa proton yang aman untuk anak. Obat-obat ini bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung sehingga gejala berkurang. Penggunaan obat harus selalu sesuai resep dan anjuran dokter, jangan memberikannya sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan pada anak. Tindakan ini hanya dipertimbangkan jika pengobatan dan perubahan gaya hidup tidak berhasil, atau jika ada komplikasi serius seperti gangguan napas atau kegagalan tumbuh kembang. Dokter akan mendiskusikannya secara mendalam jika memang diperlukan.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan anak yang memiliki heartbron membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Catat makanan dan minuman apa yang memicu gejala, lalu hindari. Buat jadwal makan yang teratur dengan porsi kecil. Pastikan anak tidur dengan posisi yang nyaman dan kepala sedikit lebih tinggi.
Tips gaya hidup
- Biarkan anak duduk tegak selama 20–30 menit setelah makan
- Hindari pakaian yang terlalu ketat di bagian perut
- Jaga anak tetap aktif dengan bermain dan bergerak, tetapi jangan segera setelah makan
- Hindari camilan sebelum tidur, terutama yang asam atau tinggi lemak
Diet dan olahraga
Pilih makanan yang mudah dicerna seperti pisang, bubur nasi, kentang, atau yogurt plain. Batasi makanan pedas, asam, dan berlemak. Olahraga ringan seperti berjalan-jalan baik untuk melancarkan pencernaan, namun hindari olahraga berat segera setelah makan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Heartbron yang terus-menerus bisa membuat anak rewel, susah makan, dan kelelahan. Orang tua juga mungkin merasa cemas atau frustrasi. Jika Anda merasa kewalahan, jangan ragu untuk mendapatkan dukungan dari pasangan, keluarga, atau konselor anak.
Pencegahan
Heartbron pada anak tidak selalu dapat dicegah, terutama pada bayi karena sistem pencernaannya belum matang. Namun, risikonya dapat dikurangi dengan cara: menyusui dengan posisi tegak, memberi makan dalam porsi kecil tapi sering, dan tidak langsung menidurkan bayi setelah menyusu.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah heartbron.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin pada anak tanpa gejala. Pemeriksaan biasanya hanya dilakukan jika muncul gejala yang mencurigakan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Esofagitis (peradangan kerongkongan) yang menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan
- Penyempitan kerongkongan (striktur) yang membuat menelan semakin sulit
- Sindrom Sandifer (gerakan kepala atau leher tidak lazim pada bayi akibat refluks)
- Gangguan tumbuh kembang karena asupan nutrisi berkurang
- Barrett's esophagus (perubahan sel kerongkongan) – sangat jarang pada anak
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar anak dengan heartbron akan membaik seiring pertumbuhan, terutama ketika otot katup lambung semakin kuat. Dengan penanganan yang tepat – baik perubahan gaya hidup maupun pengobatan – sebagian besar anak dapat hidup normal dan nyaman. Jika ada komplikasi, dokter akan menanganinya dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.