Palpitations in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Palpitasi adalah sensasi jantung berdebar kencang, cepat, atau tidak teratur yang dirasakan di dada. Pada anak-anak, palpitasi seringkali tidak berbahaya, tetapi kadang bisa menandakan adanya gangguan irama jantung yang perlu diperiksa.
Fakta penting
- Kebanyakan palpitasi pada anak tidak berbahaya dan akan hilang sendiri.
- Penyebab umum termasuk olahraga, demam, kurang minum, atau kecemasan.
- Sebagian kecil kasus dapat disebabkan oleh masalah irama jantung (aritmia) yang memerlukan penanganan dokter.
Cukup umum terjadi, terutama pada anak yang aktif secara fisik atau saat sedang sakit demam.
Dapat terjadi pada bayi hingga remaja, lebih sering pada anak dengan penyakit jantung bawaan atau riwayat keluarga dengan gangguan irama jantung.
Gejala
- Palpitasi disertai pingsan atau kehilangan kesadaran.
- Nyeri dada hebat atau rasa tertekan di dada.
- Sesak napas yang berat atau memburuk.
- Bibir atau kuku tampak kebiruan.
- ⚠Palpitasi yang sering terjadi atau berlangsung lama hingga lebih dari 30 menit.
- ⚠Palpitasi disertai mual, muntah, atau keringat dingin.
- ⚠Anak tampak sangat lemas atau tidak bisa bermain seperti biasa.
Gejala umum
- Jantung terasa berdebar kencang atau seperti 'loncat-loncat'.
- Detak jantung terasa cepat atau tidak beraturan.
- Sensasi seperti ada yang bergerak di dada.
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin mengeluh 'jantungnya copot' atau 'ada kupu-kupu di dada'.
- Mudah lelah, pusing, atau kepala terasa ringan.
- Bayi mungkin tampak gelisah, pucat, atau menolak menyusu.
Penyebab
Penyebab utama
- Olahraga atau aktivitas fisik berat.
- Demam tinggi atau infeksi.
- Kurang minum (dehidrasi).
- Kecemasan, stres, atau rasa takut.
- Konsumsi minuman berkafein (soda, teh, kopi) atau cokelat.
- Gangguan irama jantung (aritmia) seperti SVT atau ekstrasistol.
- Penyakit jantung bawaan atau kelainan katup jantung.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan gangguan irama jantung atau kematian mendadak.
- Anak dengan penyakit jantung bawaan.
- Penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya obat asma atau dekongestan).
- Gangguan elektrolit seperti kekurangan kalium atau magnesium.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Palpitasi disertai pingsan, nyeri dada, atau sesak napas.
- Palpitasi terjadi setelah anak minum obat tertentu atau kena sengatan listrik.
Buat janji temu rutin jika:
- Palpitasi sering kambuh meskipun tanpa gejala lain.
- Anak mengeluh jantung berdebar setiap kali berolahraga.
- Orang tua khawatir dengan palpitasi yang dirasakan anak.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, serta mendengarkan denyut jantung menggunakan stetoskop.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektrokardiogram (EKG) – merekam aktivitas listrik jantung.
- Holter monitor – alat kecil yang merekam irama jantung selama 24-48 jam di rumah.
- Ekokardiografi (USG jantung) – melihat struktur dan fungsi jantung.
- Tes stres olahraga – merekam EKG saat anak berlari di treadmill.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter mungkin meminta anak memakai alat Holter atau melakukan tes lainnya. Ini tidak sakit dan anak tetap bisa beraktivitas normal. Hasil tes akan membantu menentukan apakah palpitasi berbahaya atau tidak.
Perawatan
Penanganan palpitasi tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh hal ringan seperti demam atau dehidrasi, cukup diatasi penyebabnya. Jika ada aritmia, dokter akan merekomendasikan terapi yang sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan anak minum cukup air putih, terutama saat demam atau cuaca panas.
- Kurangi atau hindari minuman berkafein dan cokelat berlebihan.
- Ajarkan teknik relaksasi seperti napas dalam saat anak cemas.
- Istirahat yang cukup dan tidur teratur.
Perawatan medis
Jika ditemukan gangguan irama jantung, dokter anak atau dokter jantung anak dapat meresepkan obat untuk mengontrol irama jantung. Pada aritmia tertentu, bisa dilakukan tindakan ablasi kateter (memperbaiki jalur listrik jantung) tanpa operasi besar.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan, hanya pada kasus tertentu seperti kelainan jantung bawaan yang mendasari palpitasi.
Hidup dengan kondisi ini
Sebagian besar anak dengan palpitasi dapat hidup normal dan aktif. Pantau keluhan anak dan catat kapan palpitasi terjadi agar bisa dilaporkan ke dokter.
Tips gaya hidup
- Hindari pemicu yang diketahui, seperti minuman berkafein atau kurang tidur.
- Dorong anak untuk berolahraga, namun jika palpitasi muncul saat olahraga, kurangi intensitas dan konsultasi ke dokter.
- Jaga berat badan ideal dan pola makan sehat.
Diet dan olahraga
Pola makan seimbang dengan banyak buah, sayur, dan sumber kalium (pisang, kentang) baik untuk jantung. Olahraga teratur sesuai kemampuan anak dianjurkan, kecuali dokter menyarankan pembatasan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak mungkin merasa cemas atau takut dengan palpitasi. Dukungan orang tua sangat penting. Bicarakan dengan anak bahwa ini umum dan biasanya tidak berbahaya. Jika kecemasan mengganggu, pertimbangkan konseling.
Pencegahan
Tidak semua palpitasi dapat dicegah, terutama yang disebabkan faktor genetik. Namun, menghindari pemicu seperti dehidrasi, kafein berlebih, dan stres dapat mengurangi frekuensinya.
Program skrining
Pada anak dengan riwayat keluarga kematian mendadak atau aritmia, dokter mungkin merekomendasikan skrining EKG rutin.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pada aritmia tertentu, bisa menyebabkan pusing berat hingga pingsan.
- Kelelahan kronis akibat detak jantung yang terlalu cepat.
- Risiko gagal jantung atau henti jantung mendadak (sangat jarang pada anak tanpa penyakit jantung).
Prospek jangka panjang
Kebanyakan palpitasi pada anak bersifat jinak dan membaik dengan sendirinya. Dengan penanganan yang tepat, anak dapat beraktivitas dan tumbuh kembang normal. Jika ada aritmia serius, kemajuan medis saat ini sangat efektif mengatasinya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.