Pemulihan COVID-19: Kembali Makan dengan Nyaman
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Setelah terinfeksi COVID-19, banyak orang merasa sulit saat makan. Tubuh sedang memulihkan diri, dan makanan adalah bahan bakar utama untuk pulih. Artikel ini menjelaskan cara menghadapi masalah makan dan nutrisi selama pemulihan COVID — misalnya hilangnya nafsu makan, berubahnya rasa dan bau, serta gangguan pencernaan ringan — sehingga Anda bisa kembali makan dengan nyaman dan mendapatkan tenaga kembali.
Fakta penting
- Kehilangan nafsu makan serta perubahan rasa dan bau adalah keluhan umum selama dan setelah COVID.
- Makan dalam porsi kecil tapi sering biasanya lebih mudah ditoleransi daripada makan langsung dalam porsi besar.
- Nutrisi yang cukup membantu tubuh memperbaiki sel dan memulihkan kekuatan secara bertahap.
Ya, sangat umum. Banyak orang yang sedang dalam masa pemulihan COVID mengalami penurunan nafsu makan, indra penciuman atau perasa yang berubah, atau rasa cepat kenyang. Kondisi ini biasanya membaik secara bertahap.
Siapa pun yang pernah terinfeksi COVID-19 bisa mengalaminya, terutama mereka yang mengalami gejala berat atau berkepanjangan (long COVID). Orang lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain juga berisiko lebih tinggi mengalami masalah makan selama pemulihan.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau nyeri dada berat setelah makan
- Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa menahan cairan sedikit pun
- Pusing berat atau pingsan
- Kebingungan atau kesadaran menurun
- Tanda dehidrasi parah, seperti sangat lemah, mulut sangat kering, atau tidak buang air kecil seharian
- ⚠Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- ⚠Nyeri perut hebat yang tidak berkurang
- ⚠Muntah atau diare yang berlangsung lebih dari 1–2 hari tanpa membaik
- ⚠Penurunan berat badan yang cepat dalam beberapa minggu
Gejala umum
- Nafsu makan menurun atau hilang
- Merasa cepat kenyang setelah makan sedikit
- Mual atau perut tidak nyaman setelah makan
- Perubahan rasa (makanan terasa hambar atau aneh)
- Perubahan bau (bau makanan terasa kuat atau tidak sedap)
- Lelah atau lemas setelah makan
- Kembung atau rasa begah
Gejala pada anak-anak
- Menolak makan atau hanya makan sangat sedikit
- Menolak makanan tertentu karena rasanya berubah
- Mual atau muntah setelah makan
- Lemas dan kurang aktif seperti biasanya
Gejala pada lansia
- Penurunan berat badan yang tidak disengaja
- Sangat cepat kenyang
- Tenggorokan kering atau kesulitan menelan
- Semakin lemas dan sulit melakukan aktivitas harian
- Tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil atau urine berwarna gelap
Penyebab
Penyebab utama
- Virus COVID-19 dapat merusak sementara sel-sel indra perasa dan penciuman.
- Peradangan pada saluran cerna yang membuat perut terasa penuh, mual, atau tidak nyaman.
- Sistem imun tubuh yang masih bekerja keras sehingga energi lebih terfokus pada pemulihan, bukan pada pencernaan.
- Efek samping pengobatan yang digunakan selama sakit.
- Kelemahan otot, termasuk otot yang membantu proses menelan dan mencerna makanan.
Faktor risiko
- Usia lanjut
- Riwayat penyakit lambung atau gangguan pencernaan sebelumnya
- Infeksi COVID yang berat atau perawatan di rumah sakit
- Kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit ginjal
- Berdiam diri terlalu lama atau kurang aktivitas fisik selama sakit
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Tidak bisa minum atau makan apa pun selama lebih dari 24 jam
- Muntah terus-menerus atau nyeri perut hebat
- Tanda dehidrasi berat seperti sangat lemah, mulut kering, atau jarang buang air kecil
Buat janji temu rutin jika:
- Nafsu makan tidak kembali setelah 2–4 minggu
- Berat badan turun tanpa diinginkan
- Perubahan rasa dan bau yang tidak kunjung membaik setelah beberapa bulan
- Gangguan pencernaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat gejala, kapan Anda terinfeksi COVID, serta pola makan Anda saat ini. Dokter juga akan memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk berat badan, tanda-tanda dehidrasi, dan kemungkinan kekurangan nutrisi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik, seperti tanda vital, berat badan, dan kondisi umum tubuh
- Pemeriksaan darah untuk melihat kadar nutrisi atau tanda peradangan
- Pemeriksaan sederhana untuk indra penciuman dan perasa
- Konsultasi dengan ahli gizi untuk menilai kebutuhan kalori dan protein harian
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung singkat dan tidak menyakitkan. Dokter mungkin menyarankan beberapa tes darah. Setelah hasilnya diketahui, Anda akan mendapat arahan yang jelas tentang cara kembali makan dengan baik sesuai kondisi Anda.
Perawatan
Penanganan utama adalah mendukung tubuh dengan nutrisi yang cukup, hidrasi yang baik, dan waktu untuk pulih. Tidak ada obat khusus yang menghilangkan semua gejala ini. Fokusnya adalah membuat makan terasa mudah dan tubuh mendapat cukup bahan bakar untuk memulihkan diri.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, misalnya 5–6 kali sehari
- Pilih makanan padat nutrisi seperti telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran matang
- Minum air secara teratur; jika sulit makan, coba kaldu atau sup hangat
- Beristirahat sejenak sebelum makan dan makanlah dengan perlahan
- Tingkatkan rasa makanan dengan bumbu alami seperti jeruk nipis, bawang putih, atau jahe, jika tidak mengganggu lambung
- Jika indra rasa atau bau terganggu, coba makanan pada suhu ruang dengan tekstur yang mudah dikunyah
Perawatan medis
Dokter atau ahli gizi dapat membantu menyusun rencana makan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika ditemukan kekurangan nutrisi, mereka dapat merekomendasikan suplemen tertentu sesuai kebutuhan. Selalu ikuti saran tenaga kesehatan dan jangan membeli suplemen tanpa pengawasan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak relevan untuk kondisi ini. Operasi tidak diperlukan untuk masalah makan yang muncul selama pemulihan COVID.
Hidup dengan kondisi ini
Pemulihan membutuhkan kesabaran. Mulailah dengan makanan hangat dalam porsi kecil yang mudah dicerna, lalu tingkatkan porsi sedikit demi sedikit. Buat rutinitas makan yang teratur dan jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain yang pulih lebih cepat. Dengarkan isyarat tubuh Anda.
Tips gaya hidup
- Istirahat yang cukup dan kelola stres, misalnya dengan pernapasan perlahan
- Buat jadwal makan yang teratur setiap hari
- Libatkan keluarga untuk mendukung dan menyediakan makanan yang Anda sukai
- Catat makanan yang memicu mual atau kembung agar bisa dihindari sementara
Diet dan olahraga
Fokus pada makanan kaya protein seperti ikan, telur, tempe, dan tahu, karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi, serta lemak sehat seperti minyak zaitun dalam jumlah wajar. Mulailah bergerak ringan seperti berjalan perlahan setelah mendapat izin dokter. Gerakan bertahap dapat membantu memulihkan nafsu makan, tetapi jangan memaksakan diri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Merasa frustrasi, cemas, atau sedih ketika tidak bisa makan seperti biasa adalah hal yang wajar. Stres yang berkepanjangan bisa membuat nafsu makan semakin menurun. Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan profesional. Jika ada pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan darurat.
Pencegahan
Masalah makan setelah COVID tidak selalu bisa sepenuhnya dicegah, tetapi risiko kekurangan nutrisi bisa dikurangi. Mencukupi kebutuhan cairan dan makan bergizi selama isolasi dan setelahnya membantu tubuh pulih lebih cepat. Vaksinasi tetap menjadi langkah utama untuk mencegah COVID yang berat.
Vaksin
Ikuti program vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Vaksin mengurangi risiko sakit berat, yang berarti juga mengurangi risiko gangguan makan yang berkepanjangan setelah infeksi.
Program skrining
Bagi mereka yang pernah mengalami COVID berat, pemeriksaan rutin oleh dokter dapat membantu memantau berat badan dan status gizi selama 1–3 bulan setelah infeksi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Malnutrisi, yaitu kekurangan energi, protein, dan vitamin
- Penurunan berat badan yang drastis
- Kelemahan otot dan kesulitan berjalan atau beraktivitas
- Pemulihan yang lebih lambat atau berkembang menjadi long COVID
- Menurunnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi lain
Prospek jangka panjang
Berita baiknya, sebagian besar orang pulih sepenuhnya. Masalah nafsu makan dan pencernaan biasanya membaik dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Dengan dukungan yang tepat — makan sedikit tapi sering, hidrasi, istirahat, dan bantuan tenaga kesehatan — Anda dapat kembali makan dengan nyaman dan pulih sepenuhnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.