Demam yang Datang dan Pergi
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Demam yang datang dan pergi adalah kondisi saat suhu tubuh naik melebihi normal, lalu turun kembali, kemudian naik lagi. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau kondisi kesehatan lainnya.
Fakta penting
- Demam adalah reaksi alami tubuh untuk melawan kuman penyebab penyakit.
- Pola demam yang hilang-timbul bisa menunjukkan berbagai kemungkinan penyebab, seperti infeksi virus atau bakteri.
- Mencatat suhu dan gejala lain sangat membantu dokter menentukan diagnosis.
Cukup sering terjadi, terutama pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun.
Semua orang bisa mengalaminya, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau penyakit kronis.
Gejala
- Kejang (demam kejang) atau kehilangan kesadaran
- Sulit bernapas
- Ruam kulit kemerahan atau keunguan yang tidak hilang saat ditekan
- Leher kaku disertai sakit kepala hebat
- Tidak sadarkan diri atau sulit dibangunkan
- ⚠Demam berlangsung lebih dari 3 hari
- ⚠Tanda dehidrasi: mulut kering, jarang buang air kecil, atau pusing saat berdiri
- ⚠Demam disertai nyeri hebat di perut, dada, atau kepala
- ⚠Demam pada bayi di bawah usia 3 bulan
- ⚠Nyeri saat buang air kecil atau buang air kecil berdarah
Gejala umum
- Suhu tubuh di atas 38°C
- Menggigil atau kedinginan
- Berkeringat saat demam turun
- Nyeri otot dan sendi
- Sakit kepala
- Lemah dan cepat lelah
Gejala pada anak-anak
- Rewel atau mudah menangis
- Kurang nafsu makan
- Kulit terasa hangat saat disentuh
- Lebih banyak tidur atau tampak lesu
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
- Badann terasa sangat lemas
- Suhu tubuh mungkin tidak terlalu tinggi, padahal infeksi bisa serius
- Nafsu makan hilang
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti flu atau infeksi virus lainnya
- Infeksi bakteri, seperti tifoid atau infeksi saluran kemih
- Malaria, yang ditularkan oleh gigitan nyamuk
- Demam berdarah dengue (DBD)
- Peradangan atau kondisi autoimun
- Efek samping obat tertentu
Faktor risiko
- Anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum matang
- Lansia dengan sistem imun yang melemah
- Tinggal atau bepergian ke daerah dengan kasus DBD atau malaria
- Memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau ginjal
- Sedang menjalani pengobatan yang menekan sistem imun
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Demam tidak kunjung turun setelah 3 hari
- Demam disertai gangguan kesadaran, sesak napas, atau kejang
- Demam muncul pada bayi di bawah 3 bulan
- Muncul bintik merah atau ruam yang tidak hilang saat ditekan
Buat janji temu rutin jika:
- Demam datang dan pergi lebih dari seminggu
- Demam disertai batuk, diare, atau nyeri saat buang air kecil
- Anda merasa khawatir atau ingin memeriksakan penyebabnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, pola demam, dan riwayat perjalanan. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda infeksi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah lengkap
- Tes untuk demam berdarah seperti NS1 atau serologi DBD
- Tes darah untuk malaria
- Urinalisis untuk memeriksa infeksi saluran kemih
- Rontgen dada jika dicurigai gangguan pernapasan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan mencocokkan pola demam dengan hasil pemeriksaan untuk menentukan penyebab. Anda mungkin diminta mengulang tes darah jika hasil awal tidak jelas. Proses ini membantu memastikan pengobatan yang tepat.
Perawatan
Pengobatan ditujukan pada penyebab demam, bukan sekadar menurunkan suhu. Infeksi virus biasanya cukup dirawat di rumah, sementara infeksi bakteri memerlukan antibiotik dari dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi
- Istirahat total di tempat tidur sampai suhu normal
- Kompres hangat di dahi, ketiak, atau lipatan paha
- Kenakan pakaian tipis dan berbahan menyerap keringat
- Catat suhu tubuh 2–3 kali sehari untuk memantau pola demam
Perawatan medis
Dokter akan memberikan pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab, misalnya antibiotik untuk infeksi bakteri, obat antimalaria untuk malaria, atau terapi cairan untuk demam berdarah. Jangan pernah membeli atau memilih obat sendiri tanpa resep dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Saat demam, fokuslah untuk beristirahat dan minum cukup cairan. Catat suhu dan gejala lain yang muncul agar informasi ini berguna untuk dokter.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup minimal 7–8 jam per malam
- Cuci tangan dengan sabun secara rutin
- Gunakan obat nyamuk atau kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk
- Hindari berbagi alat makan dengan orang sakit
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seperti sup hangat, bubur, buah, dan sayur. Hindari olahraga berat selama demam; cukup istirahat dan lakukan peregangan ringan setelah sembuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Demam yang berlangsung lama bisa membuat cemas atau mudah sedih. Ini wajar. Ajak keluarga atau teman untuk bercerita, dan jangan ragu menyampaikan perasaan Anda kepada tenaga kesehatan.
Pencegahan
Tidak semua penyebab demam bisa dicegah, tetapi Anda bisa menurunkan risiko infeksi dengan menjaga kebersihan dan menghindari gigitan nyamuk.
Vaksin
Pastikan imunisasi dasar lengkap sesuai rekomendasi Kemenkes, termasuk vaksin untuk penyakit yang dapat menyebabkan demam seperti influenza. Di beberapa daerah juga tersedia vaksin demam berdarah untuk kelompok usia tertentu.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin khusus untuk demam yang datang-pergi. Jika Anda sering mengalaminya, dokter akan menyarankan pemeriksaan sesuai gejala yang Anda alami.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kejang demam yang berbahaya, terutama pada anak
- Dehidrasi yang membutuhkan cairan infus
- Infeksi menyebar ke seluruh tubuh melalui darah (sepsis)
- Kerusakan organ jika malaria atau DBD tidak ditangani dengan cepat
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, hampir semua penyebab demam yang datang dan pergi dapat diatasi. Dokter akan membantu menemukan penyebabnya dan merencanakan perawatan yang sesuai. Anda bisa pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.