Hearing loss in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Gangguan pendengaran pada lansia adalah kondisi berkurangnya kemampuan mendengar secara bertahap seiring bertambahnya usia. Ini terjadi karena sel-sel di telinga bagian dalam yang bertugas menangkap suara mengalami kerusakan alami. Gangguan ini sering disebut presbikusis.
Fakta penting
- Gangguan pendengaran pada lansia biasanya terjadi secara perlahan dan sering tidak disadari oleh orang yang mengalaminya.
- Meskipun tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, alat bantu dengar dan strategi komunikasi dapat sangat membantu.
- Pendengaran yang terganggu dapat meningkatkan risiko isolasi sosial dan penurunan fungsi otak jika tidak ditangani.
Ya, sangat umum. Sekitar setengah dari orang berusia di atas 65 tahun mengalami beberapa tingkat gangguan pendengaran, dan angka ini meningkat seiring bertambahnya usia.
Gangguan ini terutama menyerang orang dewasa di atas usia 60 tahun. Namun, faktor seperti paparan bising seumur hidup, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan tertentu dapat mempercepat munculnya gangguan ini.
Gejala
- Kehilangan pendengaran secara tiba-tiba (dalam hitungan jam atau hari).
- Pendengaran hilang disertai pusing berat (vertigo) atau telinga berdenging yang parah.
- Keluar cairan atau darah dari telinga setelah cedera kepala.
- ⚠Gangguan pendengaran yang muncul dalam beberapa hari tanpa penyebab jelas.
- ⚠Nyeri telinga yang hebat disertai demam.
Gejala umum
- Sulit mendengar percakapan, terutama di tempat ramai atau bising.
- Sering meminta orang lain mengulangi ucapan mereka.
- Merasa suara orang lain seperti bergumam atau tidak jelas.
- Menyalakan volume televisi atau radio lebih keras dari biasanya.
- Kesulitan mendengar suara tinggi seperti suara anak kecil atau kicau burung.
Gejala pada anak-anak
- Gangguan pendengaran pada anak jarang disebabkan oleh penuaan, tetapi bisa terjadi karena infeksi, cedera, atau kondisi bawaan. Gejala pada anak meliputi keterlambatan bicara, tidak merespons panggilan, dan sering menarik-narik telinga.
Gejala pada lansia
- Semua gejala di atas lebih sering terjadi pada lansia.
- Lansia dengan gangguan pendengaran mungkin mulai menarik diri dari kegiatan sosial karena malu atau frustrasi.
Penyebab
Penyebab utama
- Penuaan alami yang merusak sel rambut di koklea (bagian telinga dalam yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal saraf).
- Paparan suara keras dalam jangka panjang, misalnya dari pekerjaan atau alat musik.
- Faktor keturunan (genetik) yang membuat seseorang lebih rentan.
- Beberapa obat tertentu yang bersifat merusak telinga (ototoksik), seperti beberapa jenis antibiotik atau kemoterapi (tanpa menyebut nama).
Faktor risiko
- Usia di atas 60 tahun.
- Riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran di usia lanjut.
- Pekerjaan atau hobi yang melibatkan suara keras (misalnya operator mesin, musisi).
- Merokok.
- Penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Kehilangan pendengaran secara tiba-tiba dalam waktu kurang dari 72 jam.
- Pendengaran hilang disertai nyeri telinga, pusing parah, atau keluar cairan/darah.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda atau anggota keluarga merasa kesulitan mendengar dalam percakapan sehari-hari.
- Jika sering menaikkan volume TV atau radio.
- Jika merasa terisolasi atau cemas karena masalah pendengaran.
Diagnosis
Dokter, biasanya dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan), akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik telinga, dan merujuk Anda untuk tes pendengaran formal (audiometri).
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik telinga menggunakan alat khusus (otoskop) untuk melihat saluran telinga dan gendang telinga.
- Tes garpu tala untuk mengetahui jenis gangguan pendengaran.
- Audiometri nada murni (pure-tone audiometry): Anda akan mendengarkan berbagai suara melalui headphone dan memberi tahu kapan Anda mendengarnya.
- Tes bicara (speech audiometry): mengukur kemampuan Anda mendengar dan memahami kata-kata.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Tes pendengaran biasanya tidak menyakitkan. Anda akan duduk di ruangan kedap suara, memakai headphone, dan merespons setiap suara yang Anda dengar. Prosesnya memakan waktu sekitar 30–60 menit. Hasilnya akan memberikan gambaran seberapa baik Anda mendengar pada berbagai frekuensi.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan pendengaran. Meskipun kerusakan akibat penuaan tidak bisa dipulihkan, ada berbagai alat bantu dan strategi yang dapat membantu Anda berkomunikasi lebih baik.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi paparan suara keras dengan menggunakan penyumbat telinga atau menjauh dari sumber bising.
- Saat berbicara dengan orang lain, mintalah mereka untuk menghadap Anda, berbicara dengan jelas dan sedikit lebih lambat.
- Gunakan teks atau subtitle saat menonton televisi atau film.
- Pasang lampu atau pencahayaan yang cukup agar Anda bisa melihat wajah lawan bicara dengan lebih baik.
Perawatan medis
Pengobatan utama untuk gangguan pendengaran pada lansia adalah penggunaan alat bantu dengar yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Alat ini memperkuat suara sehingga lebih mudah didengar. Dokter THT atau audiolog akan membantu memilih dan menyesuaikan alat bantu dengar. Untuk kasus yang sangat parah, dapat dipertimbangkan implan koklea, yaitu alat elektronik yang ditanam melalui operasi untuk menggantikan fungsi koklea yang rusak. Semua keputusan ini harus didiskusikan dengan dokter spesialis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi (implan koklea) biasanya hanya dipertimbangkan jika gangguan pendengaran sangat berat dan alat bantu dengar biasa tidak memberikan manfaat yang cukup. Operasi ini memerlukan evaluasi menyeluruh oleh tim dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan gangguan pendengaran membutuhkan penyesuaian, tetapi Anda tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Komunikasikan kebutuhan Anda kepada keluarga dan teman. Cobalah untuk duduk di tempat yang tenang saat berbicara, dan jangan ragu meminta orang lain untuk mengulangi atau menulis pesan.
Tips gaya hidup
- Periksakan pendengaran secara rutin setahun sekali.
- Jaga kesehatan telinga dengan tidak mengorek telinga dengan benda tajam.
- Hindari kebiasaan merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Tetap aktif secara sosial untuk mencegah isolasi.
Diet dan olahraga
Pola makan sehat bergizi seimbang dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah di telinga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya antioksidan (seperti buah dan sayur) dan asam lemak omega-3 (misalnya dari ikan) baik untuk kesehatan telinga. Namun, tidak ada diet khusus yang bisa menyembuhkan gangguan pendengaran.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat menyebabkan perasaan frustrasi, malu, cemas, dan depresi. Banyak lansia yang menarik diri dari pergaulan. Penting untuk menyadari perasaan ini dan mencari dukungan. Bicarakan dengan keluarga, dokter, atau konselor jika Anda merasa kesepian atau sedih.
Pencegahan
Gangguan pendengaran akibat usia tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi Anda bisa memperlambat kerusakan dengan melindungi telinga dari suara keras (menggunakan sumbat telinga di tempat bising), menghindari merokok, dan mengelola penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Program skrining
Pemeriksaan pendengaran rutin dianjurkan untuk lansia, misalnya setiap 1–3 tahun. Deteksi dini membantu Anda mendapatkan bantuan lebih awal. Tanyakan kepada dokter jadwal skrining yang tepat untuk Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kesulitan berkomunikasi yang semakin parah.
- Isolasi sosial dan perasaan kesepian.
- Peningkatan risiko gangguan kognitif (seperti demensia atau penurunan daya ingat).
- Depresi dan kecemasan.
- Peningkatan risiko jatuh karena gangguan keseimbangan (telinga berperan dalam keseimbangan).
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar lansia dengan gangguan pendengaran dapat tetap berkomunikasi dengan baik dan menikmati hidup aktif. Alat bantu dengar, dukungan keluarga, dan strategi komunikasi dapat membuat perbedaan besar. Meskipun gangguan ini tidak bisa disembuhkan, kualitas hidup bisa ditingkatkan secara signifikan. Jangan kehilangan harapan – banyak orang yang menjalani hidup bahagia dengan gangguan pendengaran.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 17 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.