Lymph node swelling in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pembengkakan kelenjar getah bening adalah kondisi di mana kelenjar yang biasanya kecil dan tidak terasa menjadi besar, teraba seperti benjolan di bawah kulit. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi. Pada lansia, pembengkakan ini perlu diperhatikan karena bisa menandakan infeksi atau masalah lain.
Fakta penting
- Kelenjar getah bening terbesar ada di leher, ketiak, dan selangkangan.
- Pembengkakan sering terjadi karena infeksi ringan, seperti pilek atau sakit tenggorokan.
- Pada lansia, pembengkakan yang menetap lebih dari 2 minggu perlu diperiksakan ke dokter.
Ya, cukup umum. Lansia sering mengalami pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi atau respons kekebalan tubuh. Namun, karena daya tahan tubuh yang menurun, penyebabnya perlu dievaluasi lebih teliti.
Biasanya terjadi pada orang dewasa di atas usia 65 tahun, terutama yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, penyakit kronis, atau riwayat infeksi berulang.
Gejala
- Sesak napas atau sulit bernapas
- Benjolan sangat besar dan tiba-tiba membesar
- Demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
- Kesadaran menurun atau pingsan
- ⚠Benjolan terasa keras, tidak bisa digerakkan, dan membesar dalam 2 minggu
- ⚠Nyeri hebat yang tidak hilang dengan istirahat
- ⚠Disertai keringat malam terus-menerus atau penurunan berat badan drastis
Gejala umum
- Benjolan kecil yang teraba di bawah kulit, lunak atau keras
- Benjolan terasa nyeri saat disentuh atau digerakkan
- Kulit di sekitar benjolan kemerahan atau hangat
Gejala pada lansia
- Benjolan yang tidak nyeri sama sekali
- Benjolan yang membesar perlahan selama beberapa minggu
- Disertai demam, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus atau bakteri, seperti flu, radang tenggorokan, atau TBC
- Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus
- Kanker yang berasal dari kelenjar getah bening (limfoma) atau kanker lain yang menyebar
Faktor risiko
- Usia lanjut di atas 65 tahun
- Sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya karena HIV, diabetes, atau obat imunosupresan)
- Riwayat infeksi kronis atau kanker dalam keluarga
- Paparan zat berbahaya seperti asap rokok atau bahan kimia tertentu
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Benjolan membesar dengan cepat dalam 1–2 hari
- Sulit menelan atau bernapas
- Demam tinggi disertai menggigil
Buat janji temu rutin jika:
- Benjolan tidak hilang dalam 2 minggu
- Benjolan terasa keras atau tidak bergerak
- Disertai gejala lain seperti keringat malam, demam ringan, atau lemas berkepanjangan
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba benjolan, memeriksa ukuran, konsistensi, dan lokasinya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes tambahan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah (misalnya hitung darah lengkap, CRP, atau tes infeksi)
- USG (ultrasonografi) untuk melihat bentuk dan isi benjolan
- Biopsi (pengambilan sampel jaringan kelenjar) untuk memeriksa sel kanker
- CT scan atau MRI untuk melihat penyebaran jika dicurigai kanker
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin diminta menjalani beberapa tes di rumah sakit atau klinik. Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari hingga seminggu. Dokter akan menjelaskan hasil dan langkah selanjutnya.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Infeksi biasanya diatasi dengan obat dari dokter (seperti antibiotik jika bakteri), sementara penyebab lain seperti autoimun atau kanker memerlukan penanganan khusus.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup untuk membantu sistem kekebalan
- Kompres hangat pada benjolan jika terasa nyeri
- Minum air putih yang cukup
- Hindari memencet atau menggosok benjolan
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat-obatan seperti antibiotik atau antivirus untuk infeksi, atau obat antiinflamasi untuk peradangan. Pada kasus kanker, pengobatan meliputi kemoterapi, radiasi, atau terapi target yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Semua pengobatan harus dengan resep dan pengawasan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang dilakukan, kecuali untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) atau jika benjolan disebabkan oleh abses yang perlu dikeringkan.
Hidup dengan kondisi ini
Jika penyebabnya infeksi ringan, Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa setelah sembuh. Untuk penyakit kronis, ikuti anjuran dokter dan kontrol rutin.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan diri, seperti cuci tangan dengan sabun
- Hindari kontak dengan orang yang sakit infeksi
- Kelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi atau hobi
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang (sayur, buah, protein) untuk mendukung sistem kekebalan. Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit setiap hari, jika dokter mengizinkan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama jika dicurigai kanker, bisa menimbulkan kecemasan. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau tenaga kesehatan. Jangan ragu mencari dukungan psikologis jika perlu.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko infeksi dan beberapa penyebab lain dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat dan menghindari faktor risiko.
Vaksin
Vaksinasi seperti flu, pneumonia, dan COVID-19 dapat membantu mencegah infeksi yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Konsultasikan dengan dokter tentang vaksin yang sesuai.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain (misalnya sepsis)
- Pembengkakan yang disebabkan kanker bisa bertambah parah dan menyebar
- Nyeri kronis atau gangguan fungsi di area sekitar kelenjar
Prospek jangka panjang
Kebanyakan kasus pembengkakan kelenjar getah bening pada lansia disebabkan oleh infeksi ringan dan membaik dengan pengobatan yang tepat. Jika disebabkan oleh penyakit serius seperti kanker, penanganan dini bisa memberikan hasil yang lebih baik. Tetaplah optimis dan jalin komunikasi baik dengan dokter.
Cari dukungan
Organisasi internasional
- Lymphoma Research Foundation
- Leukemia & Lymphoma Society
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI · Indonesia
- Puskesmas terdekat · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 18 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.