Shoulder pain in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Nyeri bahu pada lansia adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di area sendi bahu yang sering dialami oleh orang berusia 60 tahun ke atas. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari peradangan pada tendon (tali yang menghubungkan otot ke tulang), radang sendi (artritis), hingga cedera ringan. Nyeri bahu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memakai baju, menyisir rambut, atau mengambil barang.
Fakta penting
- Nyeri bahu sangat umum terjadi pada lansia karena perubahan alami akibat penuaan.
- Banyak kasus nyeri bahu pada lansia dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah dan latihan ringan.
- Konsultasi dengan dokter penting untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Ya, nyeri bahu sangat umum pada lansia. Sekitar 1 dari 5 orang berusia di atas 65 tahun mengalami nyeri bahu dalam setahun terakhir. Keluhan ini sering dianggap sebagai bagian dari penuaan, padahal banyak yang bisa diobati.
Nyeri bahu terutama menyerang orang berusia 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita. Faktor risiko termasuk aktivitas yang berulang, riwayat cedera bahu sebelumnya, dan penyakit seperti diabetes atau tiroid.
Gejala
- Nyeri bahu mendadak dan sangat hebat yang disertai sesak napas, keringat dingin, atau mual – ini bisa tanda serangan jantung, segera hubungi 119
- Nyeri setelah cedera keras, seperti jatuh atau kecelakaan, dan lengan tidak bisa digerakkan sama sekali
- Bahu tampak tidak rata atau ada benjolan aneh – kemungkinan dislokasi sendi
- Nyeri disertai demam tinggi dan kemerahan atau bengkak hebat di bahu – bisa tanda infeksi
- ⚠Nyeri bahu yang tidak membaik setelah 2–3 minggu perawatan di rumah
- ⚠Nyeri yang semakin memburuk dan mengganggu tidur atau aktivitas harian
- ⚠Bahu terasa sangat kaku hingga tidak bisa diangkat sama sekali
- ⚠Nyeri yang timbul saat sedang istirahat atau tanpa sebab jelas
Gejala umum
- Nyeri tumpul atau tajam di bagian depan, samping, atau belakang bahu
- Nyeri yang bertambah saat mengangkat tangan atau meraih sesuatu
- Kaku atau kesulitan menggerakkan lengan ke atas atau ke belakang
- Rasa sakit yang memburuk di malam hari, terutama saat tidur di sisi yang sakit
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak jarang mengalami nyeri bahu karena jaringan tubuh mereka masih elastis. Jika terjadi, biasanya karena cedera olahraga atau jatuh. Gejalanya meliputi nyeri setelah bermain, bengkak, atau kesulitan menggerakkan lengan.
Gejala pada lansia
- Nyeri yang muncul perlahan-lahan dan semakin sering seiring waktu
- Kekakuan bahu yang membuat lengan susah digerakkan – dikenal sebagai 'frozen shoulder' (bahu beku)
- Nyeri saat tidur atau saat melakukan gerakan tertentu seperti menyisir rambut atau meraih dompet di saku belakang
- Bunyi 'krek' atau gemeretak saat menggerakkan bahu, tanpa selalu disertai nyeri
Penyebab
Penyebab utama
- Peradangan atau robekan pada tendon rotator cuff – sekelompok otot dan tendon yang menjaga stabilitas bahu. Sering terjadi karena pemakaian berulang atau degenerasi (penipisan) akibat usia.
- Osteoartritis (radang sendi akibat aus) – tulang rawan di sendi bahu menipis sehingga tulang bergesekan dan menimbulkan nyeri.
- Frozen shoulder (bahu beku) – kapsul sendi mengencang dan menebal sehingga gerakan bahu sangat terbatas.
- Bursitis – peradangan pada kantung berisi cairan (bursa) yang berfungsi sebagai bantalan antara tendon dan tulang.
Faktor risiko
- Usia di atas 60 tahun
- Pekerjaan atau hobi yang melibatkan gerakan lengan berulang di atas kepala, seperti mengecat, berkebun, atau olahraga raket
- Riwayat cedera bahu sebelumnya
- Penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit tiroid, atau gangguan imunitas
- Kurang bergerak atau imobilisasi bahu dalam waktu lama (misalnya setelah stroke atau operasi)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika nyeri bahu disertai demam, bengkak merah, atau Anda tidak bisa menggerakkan lengan sama sekali.
- Jika nyeri muncul tiba-tiba dan disertai gejala seperti sesak dada, segera ke IGD.
Buat janji temu rutin jika:
- Temui dokter jika nyeri bahu tidak membaik setelah 1–2 minggu perawatan di rumah.
- Jika gerakan bahu semakin terbatas dan mengganggu aktivitas sehari-hari, periksakan ke dokter umum atau dokter spesialis rehabilitasi medik (fisioterapis).
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, pekerjaan, dan aktivitas Anda. Kemudian, dokter akan memeriksa gerakan bahu dan menekan beberapa titik nyeri. Pemeriksaan ini biasanya sudah cukup untuk menegakkan diagnosis awal.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen (X-ray): untuk melihat tulang dan mendeteksi artritis atau kalsifikasi (endapan kalsium) di tendon.
- USG (ultrasonografi): untuk menilai kondisi tendon dan kantung cairan – membantu mendeteksi robekan atau peradangan.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): jika diperlukan untuk melihat lebih detail jaringan lunak, misalnya robekan rotator cuff.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan merujuk Anda ke fisioterapis atau spesialis ortopedi jika diperlukan. Proses diagnosis biasanya berlangsung 1–2 kali kunjungan. Jangan khawatir, sebagian besar pemeriksaan tidak menyakitkan. Dokter akan menjelaskan temuan dan pilihan perawatan yang sesuai.
Perawatan
Penanganan nyeri bahu pada lansia bertujuan mengurangi nyeri, mengembalikan gerakan, dan mencegah kekambuhan. Sebagian besar kasus bisa diatasi tanpa operasi. Pendekatan biasanya dimulai dengan perawatan sendiri di rumah, lalu fisioterapi, dan jika perlu, obat-obatan atau prosedur tertentu. Dokter akan menyesuaikan rencana perawatan dengan kondisi Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan bahu dari gerakan yang menimbulkan nyeri, tetapi jangan diimobilisasi total – gerakan ringan justru baik untuk penyembuhan.
- Kompres dingin selama 15–20 menit setiap 2–3 jam pada hari pertama untuk mengurangi peradangan.
- Kompres hangat setelah 48 jam untuk membantu relaksasi otot dan melancarkan aliran darah.
- Lakukan latihan peregangan ringan seperti mengayun lengan perlahan ke depan-belakang atau memutar bahu – mintalah panduan dari fisioterapis.
- Perbaiki postur duduk dan berdiri – hindari membungkuk atau memiringkan bahu ke depan.
Perawatan medis
Jika perawatan di rumah tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat antiradang (misalnya ibuprofen atau naproxen dalam dosis sesuai resep) atau obat pereda nyeri yang aman untuk lansia. Fisioterapi adalah inti penanganan – terapis akan mengajarkan latihan penguatan dan peregangan. Pada kasus tertentu, dokter bisa memberikan suntikan kortikosteroid ke dalam sendi untuk meredakan peradangan parah. Semua obat dan prosedur harus dengan resep dan pengawasan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan pada lansia. Pembedahan mungkin dipertimbangkan jika robekan tendon rotator cuff besar, bahu beku tidak kunjung membaik setelah berbulan-bulan fisioterapi, atau artritis parah yang tidak bisa diatasi cara lain. Dokter akan membahas risiko dan manfaat operasi sesuai kondisi Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan nyeri bahu memang tidak mudah, tapi Anda bisa tetap aktif dengan penyesuaian kecil. Gunakan alat bantu seperti tongkat raih untuk mengambil barang di rak tinggi. Kenakan pakaian dengan kancing depan atau resleting agar mudah dipakai. Minta bantuan keluarga untuk tugas berat seperti mengangkat belanjaan. Yang terpenting, jangan takut bergerak – justru gerakan lembut setiap hari membantu pemulihan.
Tips gaya hidup
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada sendi.
- Hindari aktivitas yang membebani bahu secara berulang, seperti berkebun berat atau olahraga yang membutuhkan lemparan.
- Tidur dengan posisi miring ke sisi yang tidak sakit, ganjal dengan bantal di bawah lengan yang sakit.
- Lakukan pemanasan ringan sebelum beraktivitas fisik.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dengan cukup kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang dan otot. Minum air putih yang cukup. Untuk olahraga, pilih yang ringan seperti jalan kaki, berenang, atau yoga yang dimodifikasi. Hindari angkat beban berat. Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program latihan baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri kronis bisa membuat Anda merasa frustrasi, cemas, atau sedih. Hal ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau teman. Jika Anda merasa sangat tertekan dan mengganggu kehidupan sehari-hari, segera konsultasi dengan dokter. Ingat, ada bantuan. Anda tidak sendiri.
Pencegahan
Meskipun penuaan tidak bisa dihindari, Anda bisa mengurangi risiko nyeri bahu dengan menjaga kekuatan otot bahu melalui latihan ringan secara teratur. Hindari gerakan berulang yang ekstrem. Perbaiki postur tubuh dan gunakan teknik yang benar saat mengangkat barang. Jika Anda memiliki penyakit kronis seperti diabetes, kelola dengan baik karena dapat memengaruhi kesehatan sendi.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk nyeri bahu. Namun, vaksinasi flu dan pneumonia dianjurkan untuk lansia karena infeksi dapat memperburuk kondisi sendi.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk nyeri bahu. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes atau riwayat cedera, periksakan bahu Anda secara berkala saat kontrol kesehatan tahunan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kekakuan bahu permanen (frozen shoulder) yang membuat lengan sangat terbatas geraknya
- Melemahnya otot bahu dan lengan karena jarang digunakan (atrofi otot)
- Nyeri kronis yang mengganggu tidur, aktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan
- Peningkatan risiko jatuh karena nyeri membuat Anda tidak stabil saat bergerak
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar nyeri bahu pada lansia dapat membaik dengan penanganan yang tepat. Bahkan dengan perawatan sederhana dan fisioterapi, banyak orang bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari tanpa nyeri. Yang terpenting adalah mencari pertolongan sejak dini dan disiplin menjalani terapi. Ingat, Anda tidak harus hidup dengan nyeri – selalu ada jalan untuk merasa lebih baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.