Sore throat in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Sakit tenggorokan adalah rasa nyeri, gatal, atau tidak nyaman di tenggorokan yang sering memburuk saat menelan. Pada lansia, kondisi ini bisa menjadi lebih serius karena daya tahan tubuh yang menurun.
Fakta penting
- Sakit tenggorokan pada lansia sering disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri.
- Gejala pada lansia bisa tidak khas, seperti penurunan nafsu makan atau kebingungan.
- Jika tidak ditangani tepat, sakit tenggorokan pada lansia dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi paru atau dehidrasi.
Cukup umum terjadi pada lansia, terutama saat musim pancaroba atau jika memiliki kondisi kesehatan lain.
Lebih sering menyerang lansia berusia 65 tahun ke atas, terutama yang tinggal di panti jompo, memiliki penyakit kronis, atau merokok.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau sesak napas berat
- Tidak bisa menelan sama sekali (termasuk air liur)
- Bibir atau wajah membiru
- Penurunan kesadaran atau pingsan
- ⚠Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun
- ⚠Nyeri tenggorokan hebat hingga tidak bisa minum
- ⚠Muncul bercak putih tebal di tenggorokan atau amandel
- ⚠Leher kaku disertai sakit kepala hebat
- ⚠Gejala dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil
Gejala umum
- Nyeri atau perih di tenggorokan
- Sulit atau nyeri saat menelan
- Tenggorokan kering atau gatal
- Suara serak
- Pembengkakan kelenjar di leher
- Demam ringan
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi
- Rewel dan sulit makan
- Pembengkakan amandel
- Ruam kulit (pada infeksi tertentu)
Gejala pada lansia
- Nyeri tenggorokan yang tidak terlalu berat
- Penurunan nafsu makan atau minum
- Rasa lemah atau lelah berlebihan
- Kebingungan atau perubahan perilaku
- Demam tidak tinggi atau bahkan tanpa demam
- Batuk atau pilek ringan
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (seperti virus flu atau common cold) – paling sering
- Infeksi bakteri (misalnya Streptococcus grup A)
- Iritasi tenggorokan karena udara kering, asap rokok, atau polusi
- Alergi (misalnya debu atau serbuk sari)
- Refluks asam lambung (GERD)
Faktor risiko
- Usia 65 tahun ke atas
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung)
- Merokok atau terpapar asap rokok
- Tinggal di lingkungan padat seperti panti jompo
- Kurang minum atau dehidrasi
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan mulut kering
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Sesak napas atau kesulitan menelan yang parah
- Demam tinggi tidak kunjung turun
- Gejala dehidrasi (lemas, pusing, jarang buang air kecil)
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri tenggorokan yang berlangsung lebih dari 48 jam
- Nyeri tenggorokan disertai demam ringan yang menetap
- Terdapat benjolan di leher
- Riwayat penyakit jantung atau diabetes dengan gejala infeksi
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa tenggorokan, amandel, dan leher dengan alat senter kecil (penlight).
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes usap tenggorokan (rapid strep test) untuk mendeteksi bakteri Streptococcus
- Kultur tenggorokan (mengusap bagian belakang tenggorokan) untuk memastikan jenis bakteri
- Tes darah jika dicurigai infeksi serius atau komplikasi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menyakitkan. Dokter akan menjelaskan hasil tes dan langkah selanjutnya. Jika demam atau nyeri hebat, mungkin akan diminta rawat jalan atau rawat inap.
Perawatan
Sebagian besar sakit tenggorokan pada lansia bisa sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Jika disebabkan bakteri, dokter akan memberikan antibiotik sesuai jenis kuman. Obat pereda nyeri dan demam yang aman dapat digunakan, namun konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum air hangat yang cukup untuk mencegah dehidrasi
- Berkumur dengan air garam hangat (setengah sendok teh garam dalam segelas air) beberapa kali sehari
- Istirahat yang cukup untuk membantu pemulihan
- Gunakan pelembab udara (humidifier) jika udara kering
- Hindari merokok dan asap rokok
- Konsumsi makanan lunak atau hangat yang mudah ditelan (bubur, sup kaldu)
- Hindari makanan pedas, asam, atau terlalu panas yang bisa mengiritasi tenggorokan
Perawatan medis
Jika sakit tenggorokan disebabkan infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Obat pereda nyeri seperti parasetamol dapat membantu mengurangi demam dan nyeri. Semua penggunaan obat harus dengan resep atau saran dokter, terutama pada lansia yang mungkin memiliki kondisi kesehatan lain atau sedang minum obat lain.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi (tonsilektomi) jarang diperlukan pada lansia, kecuali jika terjadi komplikasi seperti abses amandel yang tidak bisa diatasi dengan pengobatan biasa. Keputusan ini akan didiskusikan oleh dokter spesialis THT.
Hidup dengan kondisi ini
Sakit tenggorokan biasanya berlangsung 5–7 hari. Selama itu, pastikan lansia tetap minum cukup, makan makanan bergizi, dan istirahat. Pantau tanda-tanda perburukan seperti demam tinggi atau sulit bernapas.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur
- Gunakan masker jika batuk atau pilek untuk mencegah penularan
- Hindari berbagi alat makan atau minum
- Ventilasi ruangan baik dan hindari udara kotor
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan lunak, hangat, dan bergizi seimbang. Hindari alkohol dan minuman berkafein berlebihan. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan setelah demam mereda, sesuaikan dengan kondisi tubuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit tenggorokan yang berkepanjangan bisa membuat lansia merasa tidak nyaman, gelisah, atau kehilangan nafsu makan. Hal ini dapat mempengaruhi suasana hati. Dukungan keluarga dan komunikasi yang baik sangat membantu.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan.
Vaksin
Vaksinasi influenza tahunan dan vaksin pneumonia (PCV13 dan PPSV23) sesuai rekomendasi dokter dapat membantu mencegah infeksi saluran napas pada lansia.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk sakit tenggorokan. Pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi kesehatan lansia dianjurkan setahun sekali atau sesuai kebutuhan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke saluran napas bawah (bronkitis atau pneumonia)
- Dehidrasi karena kesulitan minum
- Pembentukan abses (kumpulan nanah) di sekitar amandel
- Pada infeksi bakteri tertentu, risiko komplikasi seperti demam rematik (jarang pada lansia) atau radang ginjal
Prospek jangka panjang
Kebanyakan lansia dengan sakit tenggorokan ringan akan pulih total dalam waktu seminggu dengan perawatan sederhana. Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi rendah. Namun, karena lansia lebih rentan, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika gejala tidak kunjung membaik atau ada tanda bahaya.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Puskesmas terdekat
- Dokter keluarga atau dokter umum
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.