Testicular pain in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Nyeri testis pada pria lanjut usia adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di salah satu atau kedua testis (kantung buah zakar). Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi, cedera ringan, hingga masalah pada saluran kemih atau hernia. Meski tidak selalu berbahaya, nyeri testis perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Fakta penting
- Nyeri testis pada usia lanjut sering disebabkan oleh infeksi atau peradangan, bukan tumor.
- Kondisi seperti epididimitis (radang saluran di belakang testis) lebih umum terjadi pada pria di atas 50 tahun.
- Hernia inguinalis (turun berok) juga bisa menimbulkan nyeri yang menjalar ke testis.
- Penanganan dini dapat mencegah komplikasi seperti infeksi menyebar atau nyeri kronis.
Nyeri testis cukup sering dialami pria lanjut usia, meski tidak sesering pada pria muda. Sekitar 1 dari 10 pria di atas 60 tahun pernah mengalami nyeri testis dalam setahun terakhir.
Kondisi ini terutama menyerang pria berusia di atas 50 tahun, terutama yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, atau hernia.
Gejala
- Nyeri testis yang datang tiba-tiba dan sangat hebat, terutama jika disertai mual, muntah, atau pingsan
- Pembengkakan skrotum yang cepat dalam hitungan jam
- Demam tinggi disertai menggigil
- Testis yang terasa sangat keras atau tidak bisa digerakkan
- ⚠Nyeri testis ringan hingga sedang yang berlangsung lebih dari 1-2 hari
- ⚠Benjolan di skrotum yang terasa nyeri saat disentuh
- ⚠Nyeri saat buang air kecil disertai darah dalam urine
Gejala umum
- Nyeri tumpul atau tajam di salah satu atau kedua testis
- Pembengkakan atau kemerahan pada skrotum (kantong testis)
- Rasa panas atau perih saat buang air kecil
- Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan
Gejala pada lansia
- Nyeri mungkin tidak terasa terlalu hebat, tetapi disertai demam ringan atau rasa tidak enak badan
- Testis teraba lebih keras atau tidak rata
- Kesulitan buang air kecil atau sering buang air kecil
- Nyeri yang memburuk saat berdiri atau beraktivitas
Penyebab
Penyebab utama
- Epididimitis: radang saluran di belakang testis, sering akibat infeksi bakteri dari saluran kemih
- Orkitis: radang testis itu sendiri, bisa akibat infeksi virus (seperti gondongan) atau bakteri
- Hernia inguinalis: usus menonjol ke dalam selangkangan dan menekan testis
- Hidrokel: penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan
- Varikokel: pelebaran pembuluh darah vena di testis, lebih sering di sisi kiri
- Cedera atau benturan pada testis
- Batu saluran kemih atau infeksi prostat yang menjalar
Faktor risiko
- Usia di atas 50 tahun
- Riwayat infeksi saluran kemih berulang
- Pembesaran prostat (BPH) atau kanker prostat
- Riwayat hernia inguinalis
- Aktivitas yang sering mengejan, seperti angkat beban berat atau sembelit kronis
- Hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan baru
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri testis yang hebat dan mendadak, terutama disertai muntah atau pingsan
- Pembengkakan skrotum yang cepat dan nyeri
- Demam tinggi (di atas 38,5°C) disertai nyeri testis
- Testis yang terasa keras, bengkak, dan sangat nyeri saat disentuh
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri testis ringan yang tidak membaik dalam 2 hari
- Benjolan di skrotum yang tidak nyeri atau tidak terasa sakit
- Perubahan ukuran atau bentuk testis secara bertahap
- Nyeri saat buang air kecil yang menetap
Diagnosis
Dokter akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik pada perut, selangkangan, dan testis. Pemeriksaan ini biasanya tidak sakit dan hanya memerlukan waktu beberapa menit.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik: dokter akan meraba testis untuk memeriksa ukuran, konsistensi, dan nyeri tekan
- USG skrotum: gelombang suara untuk melihat struktur testis, mendeteksi hidrokel, varikokel, atau hernia
- Urinalisis: tes urine untuk mencari infeksi atau darah
- Tes darah: untuk memeriksa infeksi atau penanda peradangan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Biasanya dokter akan memulai dengan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, Anda akan dirujuk untuk USG skrotum. Hasilnya bisa langsung diketahui setelah prosedur selesai. Proses diagnosis umumnya cepat dan tidak menimbulkan nyeri.
Perawatan
Pengobatan nyeri testis pada usia lanjut tergantung pada penyebabnya. Sebagian besar kondisi dapat diatasi dengan obat-obatan, perubahan aktivitas, atau prosedur non-bedah. Jika penyebabnya infeksi, dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai. Untuk radang atau nyeri, dapat digunakan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang dijual bebas atau diresepkan. Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan pengobatan tanpa konsultasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan testis dengan berbaring dan menggunakan penyangga skrotum (celana dalam ketat atau scrotal support)
- Kompres dingin pada area skrotum selama 10-15 menit setiap 2-3 jam untuk mengurangi bengkak dan nyeri
- Hindari aktivitas berat atau mengangkat beban yang memperburuk nyeri
- Minum banyak air putih untuk membantu membersihkan infeksi saluran kemih
- Hindari mengejan saat buang air besar; atasi sembelit dengan makanan berserat
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat antiradang (seperti ibuprofen generik atau natrium diklofenak) untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Jika infeksi bakteri yang mendasari, antibiotik yang sesuai akan diberikan (biasanya selama 7-14 hari). Untuk infeksi jamur atau virus, obat antiviral atau antijamur dapat digunakan. Perawatan bedah jarang diperlukan kecuali pada hernia yang terjepit, abses skrotum, atau torsi testis (jarang pada usia lanjut).
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi mungkin dipertimbangkan jika terjadi hernia inguinalis yang tercekik, hidrokel yang besar dan mengganggu, abses yang tidak membaik dengan antibiotik, atau jika ada dugaan tumor testis meskipun jarang. Dokter bedah urologi akan membahas jenis operasi dan risikonya.
Hidup dengan kondisi ini
Nyeri testis dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Gunakan penyangga skrotum saat beraktivitas untuk mengurangi tarikan dan nyeri. Jika nyeri terkait dengan infeksi saluran kemih, usahakan untuk sering buang air kecil dan jangan menahan kencing. Hindari duduk terlalu lama agar sirkulasi di area testis lancar.
Tips gaya hidup
- Kenakan celana dalam yang longgar dan menopang dengan baik
- Hindari aktivitas yang memberi tekanan langsung pada testis, seperti bersepeda atau berkuda
- Jaga kebersihan area kelamin untuk mencegah infeksi
- Gunakan pelindung saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur untuk membantu pemulihan. Hindari makanan pedas atau asam jika ada infeksi saluran kemih. Olahraga ringan seperti jalan kaki dan peregangan dapat membantu menjaga sirkulasi, tetapi hentikan jika nyeri bertambah. Konsultasikan dengan dokter seberapa banyak aktivitas fisik yang aman.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri kronis atau masalah pada organ intim dapat menimbulkan rasa cemas, malu, atau depresi. Penting untuk berbicara dengan pasangan atau keluarga tentang perasaan Anda. Jangan ragu mencari dukungan psikologis atau konseling jika diperlukan. Ingatlah bahwa kondisi ini umum dan bisa diobati.
Pencegahan
Tidak semua penyebab nyeri testis dapat dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan saluran kemih, menghindari cedera pada testis, dan menjalani pola hidup sehat. Mengobati infeksi saluran kemih secara tuntas dapat mencegah penyebaran ke testis.
Vaksin
Vaksinasi gondongan (MMR) penting dilakukan sejak anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum divaksinasi juga bisa mendapatkan vaksin ini dari puskesmas atau rumah sakit. Gondongan dapat menyebabkan orchitis (radang testis) pada pria dewasa. Konsultasikan dengan dokter tentang kebutuhan vaksinasi Anda.
Program skrining
Pemeriksaan prostat secara rutin (PSA atau DRE) bagi pria di atas 50 tahun dapat membantu mendeteksi masalah yang mungkin berkaitan dengan nyeri testis. Tidak ada skrining khusus untuk testis pada usia lanjut, tetapi periksakan diri jika ada gejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke testis lain atau ke prostat (prostatitis)
- Pembentukan abses (kantung nanah) di skrotum yang memerlukan drainase bedah
- Hernia yang tercekik dan menyebabkan kerusakan usus
- Nyeri kronis yang berkepanjangan
- Penurunan kesuburan meski pada usia lanjut infertilitas bukan prioritas utama
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sebagian besar penyebab nyeri testis pada usia lanjut dapat membaik sepenuhnya dalam beberapa hari hingga minggu. Infeksi biasanya merespons baik terhadap antibiotik. Komplikasi serius jarang terjadi jika Anda segera mencari pertolongan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk penanganan terbaik.
Cari dukungan
Organisasi internasional
- World Health Organization (WHO) – Nyeri testis dan kesehatan pria
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI – Informasi Kesehatan ↗ · Indonesia
- Yayasan Kanker Indonesia (YKI) – untuk dukungan kanker testis · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 18 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.